Fitrinabila
Rabu, 24 Mei 2017
Rabu, 08 Juni 2016
JARINGAN DASAR
ASSALAMU'ALAIKUM.WR.WB
SEMOGA BERMANFAAT..
WASSALAMU'ALAIKUM.WR.WB
Kegiatan Belajar 2 : UDP (User Datagram Protocol)
1. UDP (User Datagram
Protocol)
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol yaitu suatu protokol yang berada pada
lapisan transpor
TCP/IP yang bekerja
pada lapisan antar
host yang berguna
untuk
membuat komunikasi yang bersifat connectionless. Hal ini
berarti suatu paket yang
dikirim melalui jaringan dan mencapai komputer lain tanpa
membuat suatu koneksi.
Sehingga dalam perjalanan
ke tujuan paket
dapat hilang karena
tidak ada koneksi
langsung antara kedua host, jadi UDP sifatnya tidak
realibel.
UDP memiliki
karakteristik-karakteristik berikut:
·
Connectionless (tanpa koneksi)
Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses
negosiasi koneksi
antara dua host yang hendak bertukar informasi.
·
Unreliable (tidak andal)
Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau
pesan
acknowledgment. Protokol lapisan
aplikasi yang berjalan
di atas UDP
harus
melakukan
pemulihan terhadap pesan-pesan
yang hilang selama
transmisi.
Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP
mengimplementasikan
layanan
keandalan mereka masing-masing, atau
mengirim pesan secara
periodik
atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
·
UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim
pesan-pesan ke sebuah
protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam
sebuah host dalam
jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field
Source Process
Identification dan Destination Process Identification.
UDP tidak menyediakan layanan-layanan antar-host berikut:
·
UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang
masuk ataupun data
yang keluar. Tugas
buffering merupakan tugas
yang
harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang
berjalan di atas
UDP.
·
UDP tidak
menyediakan mekanisme segmentasi
data yang besar
ke dalam
segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP.
Karena itulah,
protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus
mengirimkan data
yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai
Maximum Transfer Unit/MTU
) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data tersebut dikirim. Karena,
jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan
nilai MTU, paket
data yang dikirimkan
bisa saja terpecah
menjadi beberapa fragmen
yang
akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
·
UDP
tidak menyediakan mekanisme
flow-control, seperti yang
dimiliki oleh
TCP.
Penggunaan UDP
UDP sering digunakan dalam beberapa tugas berikut:
·
Protokol yang "ringan" (lightweight)
Untuk menghemat sumber
daya memori dan
prosesor, beberapa protokol
lapisan
aplikasi
membutuhkan penggunaan protokol
yang ringan yang
dapat melakukan
fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan.
Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama
dalam protokol lapisan
aplikasi Domain Name System.
·
Transmisi broadcast
Karena UDP merupakan protokol yang tidak perlu membuat
koneksi terlebih dahulu
dengan sebuah host tertentu, maka transmisi broadcast pun
dimungkinkan. Sebuah
protokol lapisan aplikasi dapat mengirimkan paket data ke
beberapa tujuan dengan
menggunakan alamat multicast
atau broadcast. Hal ini kontras dengan protokol TCP
yang hanya dapat
mengirimkan transmisi one-to-one.
Contoh: query nama
dalam
protokol NetBIOS Name Service.
Cara Kerja UDP
1. Paket berisi port
client dan port sumber berbentuk file text dikirimkan ke server
dalam UDP header
2. Paket berisi port
client dan port sumber berbentuk file audio dikirimkan ke
server dalam UDP header
3. UDP tujuan membaca
nomor port tujuan dan memproses data
4. Paket asli
memiliki port tujuan
sehingga server dapat
mengirimkan data
kembali ke ftfp client
5. Untuk point 3 dan
4 berulang lagi saat server menerima file audio dari client
6. saat aplikasi
yang ingin mengirim
data, UDP tidak
akan mem-buffer atau
mem-fragmen data.
7. Karena UDP tidak
mem-fragmen data, jika data yang lebih
besar dari MTU,
lapisan IP yang harus mem-fragmen nya
Pada internet
protocol suite , layer transport merupakan layer yang berada diatas
layer network. Jika
layer network berfungsi untuk mengatur transfer data antar end
-system, maka fungsi dari layer transport ini adalah untuk
mengatur transfer data
antar proses. Proses yang terjadi pada saat transfer data
ini bisa menggunakan
berbagai macam
protocol seperti ;UDP (User Datagram Protocol), TCP Transmisson
Control Protocol),
DCCP (Diagram Congestion Control Protocol), SCTP (Stream
Control Transmission
Protocol), dan RSVP (Resource Reservation Protocol).
Dimana tiap -tiap protocol
tersebut memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda -beda.Diantara
beberapa protokol pada layer tersebut
yang paling sering digunakan
adalah UDP dan TCP.
Berikut karakteristik lebih
lanjut dari Protokol UDP :
-Connectionless, maksudnya adalah tidak ada aktifitas
handshaking antaraa UDP
dan penerimanya saat akan dilakukan pengiriman data sehingga
data tersebut dikirim
melalui jaringan dan mencapai ke computer tujuan tanpa
membuat suatu koneksi
langsung. Hal tersebut beresiko karena data yang dikirim
bisa hilang
-Unreliable, maksudnya adalah pesan-pesan yang dikirim
menggunakan protocol ini
akan dikirim sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau
pesan ACK
(Acknowledgment). Hal tersebut menyebabkan pesan-pesan yang
diterima di tujuan
mungkin saja diterima dalam keadaan yang tidak urut sehingga
protocol yang
berjalan diatasnya (layer aplikasi) berpean penting dalam
memulihkan pesan-pesan
tersebut.
Contoh protocol aplikasi yang menggunakan UDP :
-DNS
-SNMP
-TFTP
-SunRPC port 111
-Dll
Protokol
TCP
TCP merupakan protocol layer transport yang paling sering
digunakan di internet.
Berikut karakteristiknya :
Point to point
Pada TCP komunikasi yang dilakukan antar usernya bersifat
point to point ,
maksudnya adalah satu pengiriman data dikirim oleh satu
pengirim dan hanya
diterima oleh satu penerima juga
Reliable
Berbeda dengan UDP, protocol TCP ini bersifat reliable yang
artinya data yang
dikirim menggunakan TCP ini akan dikirim dengan mekanisme
tertentu agar data
bisa diterima secara berurutan, Sehingga ada jaminan data
yang dikirim dengan
protocol ini bisa sampai ke tujuan dan tidak hilang.Terdapat
buffer di pengirim
dan penerima
Full duplex data
Pada protocol ini memungkinkan adanya aliran data dua arah
pada koneksi yang
sama
Connection-oriented
Pada TCP, saat pengirim akan mengirimkan data ke penerima a
kan terjadi proses handshaking terlebih dahulu antara
keduanya. Hal ini
bertujuan agar dapat melakukan sinkronisasi terhadap nomor
urut dan nomor
acknowledgement yang dikirmkan kedua belah pihak dan saling
bertukar ukuran
TCP window
Flow Control
Dengan adanya flow control ini,aliran data yang dikirim akan
selalu dikontrol
sehingga pengirim tidak akan membuat penerima menjadi
kewalahan saat
menerima data-data yang dikirimkan tersebut.
Contoh Aplikasi TCP :
-HTTPs
-FTP
-SMTP Telnet
-Dll.
Membandingkan TCP dan UDP Menggunakan Wireshark
Pada gambar tersebut
dapat dilihat perbandingan
protocol layer transport
antara
kedua paket tersebut.
UDP memiliki karakteristik yang
sederhana karena protocol ini memang dibuat
untuk
mengoptimalkan
kecepatan pengiriman datanya.
Apabila protocol UDP
diberi
parameter yang banyak dan kompleks, maka akan terjadi delay
yang cukup panjang
dan akan melenceng dari tujuan utamanya yaitu mengoptimalkan
kecepatan transfer
data. Paket yang
menggunakan protocol ini
memerlukan kecepatan data
yang
optimal karena protocol
ini biasanya digunakan
pada aplikasi-aplikasi real
time
seperti
streaming
video,audio,game,dll.Dapat
dilihat juga pada
flow graphnya jika
pada UDP ini
tidak terdapat proses
handshaking,yaitu Protokol UDP
ini tidak perlu
membuat koneksi secara
langsung terlebih dahulu
untuk proses pengiriman
datanya.
Kemudian pada
TCP terdapat banyak parameter pada
paketnya karena protocol
ini mengutamakan keandalanya
dalam pengiriman data ke
tujuan.
Kegiatan Belajar 4 : Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
1.
Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP
adalah sbb :
Physical Layer
(lapisan fisik) merupakan
lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti
media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini dapat
bervariasi bergantung pada
media komunikasi pada
jaringan yang bersangkutan.
TCP/IP bersifat
fleksibel sehingga dapat
mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik
yang berbeda-beda. Network Access Layer
mempunyai fungsi yang
mirip dengan Data
Link layer pada OSI.
Internet Layer mendefinisikan
bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua
pihak yang berada
pada jaringan yang
berbeda seperti Network
Layer pada OSI.
Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:
·
Addressing, yakni melengkapi setiap datagram
dengan alamat Internet dari
tujuan. Alamat pada
protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address (
IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan
TCP/IP berada pada
level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari
jenis media dan komputer
yang digunakan.
·
Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan
dikirim agar mencapai
tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi
terpenting dari Internet Protocol
(IP). Sebagai protokol
yang bersifat connectionless, proses
routing sepenuhnya
ditentukan oleh jaringan.
Application Layer merupakan lapisan terakhir dalam
arsitektur TCP/IP yang
berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan
pada jaringan. Karena itu,
terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya
aplikasi TCP/IP
yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail
Transfer Protocol )
untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk
transfer file, HTTP (Hyper
Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network
News Transfer Protocol)
untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi
pada umumnya
menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan
keluarga protokol ini
dinamai dengan TCP/IP.
Kegiatan Belajar 6 : Setting IP address pada windows Dan Linux
1. Setting IP Address
pada windows seven
Berikut adalah langkah-langkah setting IP address pada
windows 7:
Langkah pertama: klik start pada windows 7 anda,kemudian
pilih control panel.
Langkah kedua: pada menu control panel pilih view network
status and tasks yang
berada di bawah Network and Internet.
Langkah ketiga: setelah anda masuk ke view network status
and tasks, anda akan
dibawa masuk ke network and sharing center seperti gambar
dibawah ini. kemudian
pilih change adapter setting pada menu bagian kiri.
Langkah keempat: klik kanan pada icon Local Area Connection,
kemudian pilih
properties.
Langkah kelima: Setelah masuk pada menu local area
connection, pilih internet
protocol version 4 (TCP/IPv4) kemuan klik properties
Langkah Keenam: Pada menu internet protocol version 4
(TCP/IPv4) centang use
the following IP Address kemudian isi IP address sesuai yang
di inginkan, saya beri
contoh 192.168.1.1
Setelah IP address sudah diisi, kemudian klik OK pada tombol
bagian bawah.
dan selamat anda sudah bisa setting IP Address pada windows
7
2.Setting IP-Address
Linux Debian
Berikut ini cara-cara Untuk mensetting Linux debian :
#. Untuk Debian :
1. Login As Root :
sany@kenshin:~$ su
Password:
Setelah login sebagai root maka buka /etc/network/interfaces
kenshin:/home/sany# vi /etc/network/interfaces
Muncul deh isinya
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
name Ethernet LAN card
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
gateway 192.168.1.254
Kegiatan Belajar 8 : Pengalamatan IP v6
1.Pengalamatan
IP v6
IPv6 ini merupakan perkembangan
dari IPv4 yang dapat menyediakan lebih
banyak IP address
karena IPv6 ini
panjangnya adalah 128 bit
tidak seperti IPv4
yang panjangnya hanya
32 bit saja.
selain itu, masih banyak kelebihan lain
dari
IPv6 ini bila dibandingkan dengan IPv4.
Keunggulan IPv6
1. Jumlah IP Address yang sangat banyak
Seperti yang telah diketahui, pada IPv4 panjang satu alamat
IP-nya adalah 32
bit yang berarti
dapat menyediakan alamat
IP sebanyak 4.294.967.296.
2. Autoconfiguration
IPv6 dirancang agar
penggunanya tidak dipusingkan
dengan konfigurasi Ip
address.
Komputer pengguna yang
terhubung dengan jaringan
IPv6 akan
mendapatkan IP address
langsung dari router,
sehingga nantinya DHCP
server
tidak diperlukan lagi.
Autoconfiguration nantinya sangat
berguna bagi peralatan
mobile internet karena
pengguna tidak direpotkan
dengan konfigurasi sewaktu
berpindah tempat dan jaringan.
3. Security
IPv6 telah dilengkapi dengan protokol IPSec, sehingga semua
aplikasi telah
merupakan
protokol keamanan yang
paling andal saat
ini.
4. Quality of Service.
IPv6 memiliki protokol
QoS yang terintegrasi
dengan baik, sehingga
semua
aplikasi yang berjalan
diatas Ipv6 memiliki
jaminan QoS, terutama
bagi aplikasi
yang sensitive terhadap delay seperti VoIP dan streaming
video.
Jenis Pengalamatan IPv6
1. Unicast
jenis
pengalamatan unicast
pada IPv6 sesuai dengan tipenya seperti :
- Alamat Link Local :
alamat yang digunakan di dalam satu link yaitu jaringan local
yang saling tersambung dalam satu level
- Alamat Site
Local : setara
dengan alamat privat,
yang dopakai terbatas
dalam
satu site sehingga terbatas penggunaanya hanya didalam satu
site sehingga tidak
dapat digunakan untuk mengirimkan alamat diluar site ini
- Alamat Global
: alamat yang
dipakai misalnya untuk
ISP (Internet Service
Provider)
2. Anycast
Pengalamatan
anycast digunakan untuk
mengirimkan packet ke
salah satu
anggota dari anycast yang terdekat.
3. Multicast
Alamat multicast IPv6 digunakan sebagai identitas sebuah
group node. Jika packet dikirim ke
alamat multicast, maka
packet tersebut akan
diterima oleh semua node
anggota dari group
tersebut. Sebuah node
dapat menjadi anggota banyak group multicast
4.Capturing IPv6
Berikut merupakan contoh hasil capture IPv6 dengan menggunakan
wireshark :
Pada gambar tersebut terlihat beberapa detail dari IPv6
seperti payload, next
header, hop limit, source, dan destination.
Source address
merupakan alamat sumber
dari pengirim. Seperti
yang telah
dijelaskan diatas, alamat
dari IPv6 panjangnya
128-bit dimana pada
gambar
hasilcapture ditunjukan dengan alamat
Fe80::86e:9f5e:d5c6:e25a.
Destination address merupakan
alamat tujuan kemana paket tersebut akan dikirim.
Sama dengan source address, alamat dari destination ini juga
terdiri dari 128 bit
data alamat dari destination ini juga terdiri dari 128 bit
data dimana pada gambar
diatas ditunjukan dengan nilai ff02::1:ff38:cb38
(Sumber: ilmuKomputer.com)
5.Subnetting Classfull
Classfull adalah
alamat IP yang dibagi berdasarkan dalam kelas.Ada 5 kelas yang berbeda dan itu
adalah kelas yang memutuskan ukuran jaringan.
Bit yang digunakan untuk mengidentifikasi kelas adalah
sebagai berikut:
A = 0
B = 10
C = 110
D = 1.110
E = 1.111
Kegiatan Belajar 10 : Network Address Translation (NAT)
1. Network Address
Translation (NAT)
Keterbatasan alamat
pada IPv4 merupakan
maslah pada jaringan
global atau
internet. Untuk memksimalkan menggunakqn alamat IP yang di
berikan oleh internet
service provider (ISP)
maka dapat digunakan
Network Address Translation
atau
sering di singkat
dengan NAT. NAT
membuat jaringan yang
menggunakan alamat
local(private),
alamat yang tidak
boleh ada dalam
table routing internet
dan di
khusukan untuk jaringan local/internet, agar dapat
berkomunikasi ke internet dengan
jalan meminjam alamat IP internet yang di alokasikan oleh
ISP.
a. Pembagian Nat
Nat dapat di bagi menjadi 2, yaitu :
1). Static
Translasi static terjadi
ketika sebuah alamat
local (inside) di
petakan kepada
sebuah alamat global/internet(outside). Alamat local dan
global tersebut di petakan 1
lawan 1 secara statistic.
2). Dinamik
o NAT dengan kelompok
Translasi dinamik terjadi ketika router NAT di set untuk
memahami alamat local yang
harus di translasikan,
dan kelompok (POOL)
alamt global yang
akan di gunakan
untuk terhubung ke
internet.
o Nat overload
Sejumlah IP
local internal dapat
di translasikan ke suatu
alamat IP global(outside).
Hali ini sangat
menghemat penggunaan alokasi
IP da
ri ISP.
b. Keuntungan dan Kerugian NAT
Nat sangan
berguna/penting untuk mentranslasikan alamat
IP. sebagai contoh
apabila akan berganti
ISP atau menggabungkan
2 internet(2 perusahaan)
maka di
IP tanpa pengalamatan kembali host atau computer.
Cara Kerja NAT
NAT merupakan
suatu mekanisme merubah
atau tranaslasi IP
private menjadi IP
public dan sebaliknya.
Jadi, secara singkat NAT (Network Address Translator)
merupakan teknik
pengalamatan IP yang memberikan beberapa keuntungan antara
lain :
* Menghemat IP public.
* Meningkatkan fleksibilitas koneksi ke jaringan public.
* Menyediakan keamanan jaringan
* Konsistensi terhadap skema pengalamatan jaringan internal.
Implementasi NAT
Terdapat sebuah jaringan, bentuk jaringannya kurang lebih
seperti ini :
Internet — Modem — Router — AP — Client
Pada jaringan di
atas terdapat 3
client yang dimana
masing-masing menggunakan
DHCP. Pada dasarnya
ketika berlangganan internet,
maka akan mendapatkan
IP
public.
Berikut gambar bentuk jaringannya :
Dari gambar di
atas terlihat pada
modem terdapat IP
125.161.65.169. Sebenarnya
inilah IP public
yang menyebabkan kita
dapat ber-internet. Sedangkan
IP lainnya
adalah IP private.
Konfigurasi NAT
Ada beberapa istilah spesifik dalam mengkonfigursi NAT,
yaitu
1. Inside Local
– spesifik IP
address yang ditugaskan
sebagai inside host
dibelakang NAT-enabled device (biasanya sebuah private
address).
2. Inside Global
– address yang
mengidenfikasikan sebuah inside-host
ke
outside-world
(biasanya sebuah public
address). Pada dasarnya
ini adalah
public address yang ditugaskna secara statis atau dinamis ke
private host.
3. Outside Global
– address yang
ditugaskan ke outside
host (biasanya
sebuah public address).
4. Outside Local
– address yang mengidentifikasikan outside host
ke insidenetwork. Kadang
kala sama halnya
dengan Outside Global
tadi, namun berfungsi untuk
menerjemahkan outside ke
inside address (dari
public ke private).
Pada gambar diatas, adalah contoh skenario dalam penerapan
NAT Dynamic pool.
Perlu diketahui kawan, dalam NAT Dinamis, memungkinkan
beberapa internal host
mengakses
internet dengan menggunakan
setiap host IP
address public dalam
rentang waktu ketika sesi itu berlangsung. Atau dengan kata
lain, ketika internal hos
berhenti
mengirim dan menerima
paket dari internet,
Timeout NAT router
tersebut
kan menghapus NAT dinamis dari tabel NAT dan membuat IP
addres public tersedia
untuk internal host selanjutnya.
Konfigurasi NAT
Overload (PAT)
NAT Overload
juga dikenal dengan
PAT (Port Address
Translation). Port Address
Translation
(PAT) adalah suatu
fitur dari jaringan
perangkat yang menerjemahkan
TCP atau UDP,
komunikasi yang dilakukan
antara host pada
jaringan pribadi
host pada jaringan. Hal ini memungkinkan satu publik alamat
IP untuk digunakan oleh
banyak host di jaringan lokal. Dalam PAT, baik pengirim
pribadi IP dan nomor port
diubah; perangkat PAT memilih nomor port yang akan dilihat
oleh host pada jaringan
publik. Dalam hal ini, PAT beroperasi pada layer 3
(jaringan) dan 4 (transportasi) dari
model OSI , sedangkan NAT dasar hanya beroperasi pada layer
3.
Nah pada gambar
diatas, kita bisa
memanfaatkan satu IP
address public untuk
banyak ip private. Sehingga penggunaanya lebih dominan
dibanding NAT yang lain,
dimana IP public yang disewa adalah 100.10.1.2/30.
Keuntungan NAT
Menghemat pemakain
IP address public dan menghindari resiko duplikasi IP
address
Dapat meningkatkan
security karena jaringan
luar (outside) tidak
dapat
menembus jaringan lokal (inside) secara langsung.
Memudahkan manajemen
jaringan dari proses
pengalamatan ulang ketika
berganti ISP.
Kekurangan NAT
Ada aplikasi
Internet yang tidak dapat berjalan menggunakan NAT
Proses translasi
dapat menimbulkan delay switching
Menghilangkan
kemampuan traceability end-to-end IP.
Kegiatan Belajar 12: Konsep Sistem Operasi Jaringan
KONSEP SISTEM OPERASI
JARINGAN
1. Pengertian Sistem
Operasi
Sistem Operasi atau
dalam bahasa Inggris: operating system atau
OS adalah perangkat
lunak sistem yang
bertugas untuk melakukan kontrol dan
manajemen perangkat keras
serta operasi-operasi dasar
sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program
pengolah kata dan browser web.
Pengertian sistem operasi secara
umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan
menyediakan sekumpulan layanan (system calls)
ke pemakai sehingga
memudahkan dan menyamankan
penggunaan serta pemanfaatan
sumber-daya sistem komputer.
1.1 . Fungsi Dasar
Sistem Operasi
Sistem operasi juga sering
disebut resource allocator. Satu lagi fungsi penting sistem operasi ialah
sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error)
danpenggunaan komputer yang tidak perlu.
1.2. Tujuan
Mempelajari Sistem Operasi
Tujuan mempelajari sistem operasi
agar dapat merancang sendiri serta dapat memodifikasi sistem yang telah ada
sesuai dengan kebutuhan kita, agar dapat memilih alternatif sistem operasi,
memaksimalkan penggunaan sistem operasi dan agar konsep dan teknik sistem
operasi dapat diterapkan pada aplikasi-aplikasi lain.
1.3. Sasaran Sistem
Operasi
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu
kenyamanan -- membuat penggunaan komputer menjadi lebih
nyaman, efisien -- penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien,
berevolusi -- sistem operasi harus dibangun sehingga
memungkinkan dan memudahkan pengembangan, pengujian serta pengajuan
sistem-sistem yang baru.
1.4. Beberapa bagian
dari Sistem Operasi secara umum
1. Mekanisme Boot,
yaitu meletakan kernel ke dalam memory kernel, kernel
dapat dikatakan sebagai inti dari Sistem Operasi.
2. Command
Interpreter atau Shell, bertugas untuk membaca input berupa
perintah dan menyediakan beberapa fungsi standar dan fungsi
dasar yang
dapat dipanggil oleh aplikasi/program maupun piranti lunak
lain. Contoh dari
Shell adalah : Command prompt pada Windows Xp (DOS pada
Windows 98),
XTerm dan Konsole di Mesin Linux (Unix).
3. Resource
Allocator. Sistem Operasi bertugas mengatur dan mengalokasikan
sumber daya dari perangkat.
4. Handler. Handler
berperan dalam mengendalikan sistem perangkat agar
terhindar dari kekeliruan (error) dan penggunaan sumber daya
yang tidak
perlu.
5. Driver untuk
berinteraksi dengan hardware sekaligus mengontrol kinerja
hardware.
2. Pengertian Sistem
Operasi Jaringan
Sistem operasi ini terdiri atas
banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti
layanan File sharing, priter sharing, DNS Service, Webserver, FTP server, DHCP,
Database dan lain sebagainya.
• Menyediakan fungsi
khusus untuk menghubungkan sejumlah
komputer dan
perangkat lainnya ke sebuah jaringan
• Mengelola sumber
daya jaringan
• Menyediakan layanan
keamanan jaringan bagi multiple users
Di dalam Jaringan komputer terdiri dari :
· Komputer Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas
bagi komputer-komputer lain didalam jaringan.
· Komputer Client adalah komputer-komputer yang menerima
atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.
Sistem operasi
harus diinstal ke
dalam komputer agar
dapat berfungsi dengan baik.
Dalam instalasi sistem
operasi jaringan terdapat
beberapa mode pilihan yang disediakan yaitu berupa mode text dan mode
grafik.
A. Model Sistem
Operasi Jaringan
Ada dua model
sistem operasi jaringan,
yaitu berbasis text
atau CLI
(Command Line Interface) dan berbasis GUI (Graphical User
Interface).
Sistem Operasi Workstation/client/desktop
• Windows XP
• Windows Vista
• Windows 7
• Ubuntu
• Open Suse
• Mandrake
• Mac OS
Beberapa service yang biasa dijalankan pada sistem operasi
jaringan :
1. DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol) Server
DHCP
serveradalah suatu server
yang men-assign IP
address kepada
client yang meminta IP address dalam suatu jaringan.
2. DNS (Domain Name
Server)
Merupakan sebuah aplikasi
services yang biasa
digunakan di Internet
seperti web browser
atau e-mail yang
menerjemahkan sebuah domain
name ke IP addressn
3. FTP Server (File
Transfer Protocol)
Protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu
network yang
menggunakan TCP/IP.
4. Webserver
Sebuah perangkat lunak
server yang berfungsi
menerima permintaan
HTTP atau HTTPS
dari klien yang
dikenal dengan browser
web dan
mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman -halaman web yang
umumnya berbentuk dokumen HTML.
B. Karakteristik
Sistem Operasi Jaringan
a. Pusat kendali sumber daya jaringan
b. Akses aman ke sebuah jaringan
c. Mengizinkan remote user terkoneksi ke jaringan
d. Mengizinkan user terkoneksi ke jaringan lain (misalnya
Internet)
e.Back up data dan memastikan data tersebut tersedia
C. Fungsi Utama
Sistem Operasi Jaringan
a.
Menghubungkansejumlahkomputerdanperangkatlainnyakesebuahjaringan
b. Mengelolasumberdayajaringan
c. Menyediakanlayanan
d. Menyediakankeamananjaringanbagi multiple users
e. Mudah menambahkan client dan sumber daya lainnnya
f. Memonitor status dan fungsi elemen – elemen jaringan
g. Distribusi program dan update software ke client
h. Menggunakan kemampuan server secara efisien
i. Menyediakan tolerasi kesalahan
D. Jenis Sistem
Operasi jaringan
1. Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI
contoh Sistem Operasi jaringan berbasis GUI
a. Linux Redhat
b. Windows NT 3.51
c. Windows 2000 (NT 5.0)
d. Windows Server 2003
e. Windows XP
f. Microsoft MS-NET
g. Microsoft LAN Manager
h. Novell NetWare
2. Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text
diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Linux Debian
b. Linux Suse
c. Sun Solaris
d. Linux Mandrake
e. Knoppix
f. MacOS
g. UNIX
h. Windows NT
i. Windows 2000 Server
j. Windows 2003 Server
E. Macam – macam
Sistem Operasi Jaringan
Berikut adalah beberapa Sistem Operasi jaringan yang sering
di temukan
adalah sebagai berikut:
1.
WINDOWS (MICROSOFT WINDOWS)
Mircorost Windows
atau biasa kita
sapa dengan sebutan
Windows
adalah Sistem Operasi yang dikembangkan
oleh Microsoft Corporation yang
menggunakan antarmuka dengan berbasikan GUI
(Graphical User Interface)
atau tampilan antarmuka bergrafis.
2.
UNIX
UNIX sendiri
ditulis dalam bahasa C sehingga UNIX pun mirip dengan
DOS yaitu Line/Text Command Based selain
itu UNIX pun merupakan Sistem
Operasi
yang secure dibanding
dengan Sistem Operasi
lain, karena setiap
file, direktori, user dan group memiliki
set izin tersendiri untuk diakses. Karena
adanya dukungan Proyek GNU, maka
selanjutnya UNIX berkembang menjadi
LINUX (Salah satu varian UNIX).
Kelebihan dan kekurangan UNIX :
-
Multiuser dan multitasking operating system
-
Dibuat di Bell Laboratories awaltahun 1970an
-
Tidak user friendly
-
Dapat menangan ipemrosesan yang besar
3.
LINUX
Awalnya
dikembangkan oleh Linus Torvalds
yang pada mulanya sekedar emulasi terminal yang
dibutuhkan untuk mengakses server UNIX di Universitasnya. Linux
merupakan kloningan dari
MINIX (Salah satu
varian UNIX), peralatan sistem
dan pustakanya umumnya
berasal dari Sistem Operasi GNU.
Linux memiliki banyak
disain yang berasal
dari disain dasar UNIX,
Linux menggunakan Kernel
Monilitik yaitu Kernel
Linux yang menangani kontrol
prosses, jaringan, periferal,
dan pengaksesan sistem
berkas. Sama seperti UNIX, Linuxpun dapat
dikendalikan oleh satu atau lebih
antarmuka
baris perintah (Command
Line Interface/CLI) berbasis
teks,
antarmuka
pengguna grafis (Graphical User Interface/GUI) yang merupakan
konfigurasi bawaan untuk versi dektop.
kegiatan Belajar 14 : SISTEM OPERASI GNU LINUX SERVER
SISTEM OPERASI GNU LINUX SERVER
GNU/Linux adalah
sebuah sistem operasi yang
diciptakan oleh Linus Benedict Torvalds
seorang mahasiswa Universitas
Helsinki Finlandia di
tahun 1991. Proyek GNU ini diluncurkan
pada tahun 1984 untuk mengembangkan sebuah sistem
operasi lengkap mirip
UNIX berbasis perangkat lunak
bebas, yaitu sistem GNU
(GNU merupakan akronim berulang dari
“GNU’s Not Unix”; GNU
dilafalkan dengan “genyu”).
Beberapa distro
Linux Live CD
yang banyak dipakai
antara lain Knoppix,
SUSE
Live Eval, Mandrake
Move, Gentoo Live
CD, Slackware Live
CD dll.
Meskipun bentuknya Live CD, tetapi distro
tersebut memiliki fungsi yang sama
dengan distro-distro terinstal. Di dalam CD
tersebut, sudah terdapat paket-paket
umum yang biasa kita jumpai di distro Linux
besar, seperti: OpenOffice, KOffice,
XMMS, GIMP, Konqueror, dan sebagainya.
Namun ada beberapa pengecualian,
yaitu
beberapa paket yang
memang sangat besar
dan kiranya tidaklah
umum
digunakan oleh home user, mengingat
kapasitas CD yang terbatas, yaitu sekitar
700MB.
para arsitek sistem operasi mengembangkan
kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang
secara desain berbeda, sebagai berikut:
Monolithic Kernel. Monolithic
kernel mengintegrasikan banyak
fungsi di
dalam kernel dan menyediakan lapisan
abstraksi perangkat keras secara
penuh terhadap perangkat keras yang berada
di bawah sistem operasi.
Microkernel. Microkernel menyediakan
sedikit saja dari abstraksi
perangkat
keras dan menggunakan aplikasi
yang berjalan di
atasnya—
yang
disebut dengan server—untuk
melakukan beberapa fungsionalitas
lainnya.
Hybrid kernel. Hybrid kernel adalah pendekatan desain microkernel yang
dimodifikasi. Pada hybrid
kernel, terdapat beberapa
tambahan kode di
dalam ruangan kernel untuk meningkatkan
performanya.
Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal,
sehingga
program dapat mengakses
hardware secara langsung.
Dalam
pendekatan
desain exokernel, library
yang dimiliki oleh
sistem operasi
dapat
melakukan abstraksi yang
mirip dengan abstraksi
yang dilakukan
dalam desain monolithic kernel.
10 Distro Linux Yang Cocok Untuk Server
1.
Ubuntu
2.
Red Hat
3.
SUSE
4.
Mandriva
5.
Xandros
6.
Slackware
7.
Debian
8.
Vyatta
9.
CentOs
10.
Unbreakable Linux
Kegiatan Belajar 16 : Perancangan dan Pengembangan Jaringan
Tahapan
Perancangan dan Pengembangan Jaringan
System Operasi
Linux atau Windows 2000/XP
bisa melakukan routing
antar kelas IP
dan bahkan bisa berfungsi sebagai router penghubung
antara jaringan lokal dengan internet.
Tahapan perencanaan yang harus dilakukan antara lain:
1. Perkiraan Jumlah
PC
Perkiraan jumlah masksimum PC dalam satu kelompok kerja
harus dilakukan dengan
tepat, karena akan menentukan kelas IP dan rencana jangka panjan pengembangan
jaringan komputer.
2. Menentukan Kelas
IP
Kelas IP dapat
ditentukan berdasarkan jumlah maksimum PC dalam satu kelompok
kerja, jika jumlah
maksimum PC lebih
dari 254 maka
harus dipertimbankan
menggunakan IP kelas
B , supaya tidak terjadi
perubahan konfigurasi pada
saat
jumlah PC sudah sangat banyak dan kompleks.
3. Menentukan Range
Nomor IP
Jika kita merencanakan jumlah kelompok kerja lebih dari satu
maka penentuan range
nomor IP perlu dipertimbangkan. Namun penentuan range IP
dilakukan berdasarkan
perkiraan jumlah PC.
4. Pemberian Nama
Kelompok Kerja.
Sebaiknya pemberian nama
kelompok kerja disesuaikan
menurut fungsi dari
suatu
bagian tertentu, misalnya
untuk bagian Akademik
Kampus UNIGHA, dalam
hal ini,
kita bisa memberi nama kelompok kerja tersebut dengan nama
AKADEMIK-UNIGHA.
5. PC Router
Tugas Router pada
jaringan kecil dan
menengah bisa dilakukan
oleh PC yang
dilengkapi
Sistem Operasi jaringan
baik Linux maupun
MS Windows NT
atau
2000.Dengan
langkah-langkah sederhana maka
PC tersebut sudah
berfungsi
sebagai Router. Untuk
satu kelompok kerja
jaringan diperlukan satu
PC yang
berfungsi
sebagai Router.
Pembagian kelas IP
Konfigurasi Internet Sharing dengan WinRoute
WinRoute yang diproduksi
oleh Kerio Technology
menyediakan banyak fasilitas
untuk mengelola jaringan.Internet sharing merupakan
fasilitas yang paling sering
digunakan di WinRoute. Fasilitas lain yang disediakan oleh
WinRoute adalah :
• Firewall dengan
metode Packet Filter
• Network Address
Translation (NAT)
• DHCP Server
• Mail Server
• DNS Forwarder
Metode internet sharing di WinRoute menggunakan 2 cara :
Network Address Translation:WinRoute bertindak
sebagai router yang
menterjemahkan
source IP Address
(IP Lokal) menjadi
IP Address yang
berada
dalam 1 subnet dengan network tujuan.
Proxy Server : Adalah
metode Web Caching
yang berjalan di
atas service NAT.
Dalam teknik ini
WinRoute menyimpan temporary
website yang pernah
dikunjungi
user di cache-nya.
Konfigurasi Jaringan
Lokal
Sebelum
mengkonfigurasi WinRoute anda
harus memastikan jaringan
lokal (LAN)
telah
dikonfigurasi dengan benar
dan berfungsi baik.
Dalam tulisan ini
diberikan
contoh jaringan klas
C dengan IP
Address 192.168.0.x dan
subnet mask
255.255.255.0.
maka pada tiap
komputer klien harus dikonfigurasi sebagai berikut :
IP Address : 192.168.0.x
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : IP komputer WinRoute ; 192.168.0.1
DNS Server : IP komputer WinRoute ; 192.168.0.1
Bila anda sudah memiliki DNS Server di jaringan lokal maka
dapat digunakan DNS
Server yang
sudah ada, dan fasilitas
DNS Forwarder di WinRoute
harus dimatikan
(Settings > DNS Forwarder) Selain itu fasilitas DHCP
Server di WinRoute juga harus
dimatikan agar tidak
konflik dengan konfigurasi
IP Statis di
klien Jaringan dengan
DHCP
Untuk
mempermudah alokasi dan
konfigurasi IP Address
di klien anda
dapat
menggunakan
fasiltas DHCP.WinRoute memiliki
fasilitas DHCP yang
dapat
digunakan untuk mengalokasikan IP
Address di jaringan.
Pilihan lain adalah
menggunakan DHCP yang
telah tersedia di
Windows NT/2000 Server
dan
mematikan DHCP Server di WinRoute.> DHCP Server).
Jaringan dengan DHCP
Untuk
mempermudah alokasi dan
konfigurasi IP Address
di klien anda
dapat
menggunakan
fasiltas DHCP.WinRoute memiliki
fasilitas DHCP yang
dapat
digunakan untuk mengalokasikan IP
Address di jaringan.
Pilihan lain adalah menggunakan DHCP
yang telah tersedia
di Windows NT/2000
Server dan
mematikan DHCP Server
di WinRoute. Menggunakan DHCP Non
WinRoute Apabila
anda tidak menggunakan DHCP Server yang terdapat di
WinRoute,
maka lakukan konfigurasi
berikut di DHCP
Server jaringan lokal :Pastikan
IP
Komputer WinRoute (192.168.0.1) belum
digunakan oleh komputer lain
di jaringan.
Masukkan IP tersebut
di daftar exclusion
agar tidak dipakai
oleh komputer lain
di
jaringan.
Masukkan IP
komputer WinRoute :
192.168.0.1 sebagai default
gateway di
DHCP Option.
Untuk option
DNS Server, arahkan
ke IP WinRoute
apabila anda ingin
menggunakan DNS forwarder
WinRoute. Jika tidak,
masukkan IP DNS
Server
jaringan anda di DHCP Option dan matikan DNS Forwarder
WinRoute.
Menggunakan DHCP
dan DNS WinRoute Cara termudah dan sederhana adalah
dengan
menggunakan DHCP dan
DNS Forwarder yang
disediakan WinRoute.
Untuk
menggunakan teknik ini
anda harus mematikan
fungsi DHCP yang
terdapat di jaringan
lokal dan mengaktifkan
DHCP WinRoute. Klik
Settings >
DHCP Server untuk menampilkan konfigurasi DHCP, lalu
aktifkan ceklis DHCP
Server enabled. Selanjutnya
klik New Scope
untuk menentukan alokasi
IP
Address di jaringan lokal. Masukkan range IP dari
192.168.0.2 s/d 192.168.0.50.
Alokasi IP tersebut dapat disesuaikan dengan jumlah komputer
di jaringan anda.
Alamat 192.168.0.1 telah digunakan untuk WinRoute, sehingga
tidak dimasukkan
di DHCP. Untuk
menentukan option klik
Default Gateway dan
masukkan IP
komputer WinRoute 192.168.0.1. Sedangkan untuk DNS Server
masukkan pula
192.168.0.1 di bagian
specify value. Dengan
konfigurasi DHCP tersebut
IP
komputer klien akan
disetting otomatis oleh WinRoute sesuai
konfigurasi yang
telah diisikan.
Langkah
berikutnya adalah konfigurasi
DNS Forwarder di
menu Settings >
DNS
Forwarder.Anda
dapat menggunakan DNS
Server yang terdapat
di internet atau
menggunakan DNS Server
yang terdapat di
jaringan lokal. Isikan
konfigurasi DNS
Forwarder seperti berikut :
DNS Server diarahkan
ke 202.135.0.155 yang
merupakan server DNS
milik
TelkomNet. Anda dapat
menyesuaikannya dengan server
milik ISP yang
anda gunakan atau server lain yang telah ditentukan.Langkah terakhir
adalah konfigurasi
IP komputer klien,
sehingga dapat mengambil
alamat IP secara
otomatis dari
WinRoute. Perlu diingat
apabila terdapat DHCP
Server lain di
jaringan lokal, anda
harus
mematikannya sehingga tidak
konflik dengan DHCP
Server WinRoute.
Konfigurasi IP Address klien adalah seperti berikut :
IP Address komputer
WinRoute dikonfigurasi dengan
data-data sebagai berikut
:
Komputer WinRoute harus menggunakan IP statis karena
bertindak sebagi gateway
jaringan lokal ke internet. Untuk peng isian DNS Server
digunakan DNS TelkomNet,
anda dapat menyesuaikannya dengan
DNS milik ISP
yang anda gunakan.Setelah
konfigurasi
jaringan selesai anda
harus menguji konfigurasi
tersebut dengan utility
ping dari command
prompt. Lakukan ping
dari komputer WinRoute
ke klien dan
sebaliknya.
Apabila konfigurasi sudah
benar maka akan
terlihat jawaban reply
dari
host yang dituju.
Contoh berikut adalah
ping dari komputer
klien ke komputer
WinRoute dengan nomor IP 192.168.0.1.
Konfigurasi Dialup dan Proxy Server
WinRoute
Setelah
konfigurasi jaringan berhasil
baik langkah berikutnya
adalah setting
WinRoute agar dapat
bertindak sebagai gateway
dan Proxy Server.
Sebelumnya
anda sudah harus memasang modem dan dialup ke ISP, dan harus
sudah berfungsi
baik. Buka menu Settings > Interface table, dimana
ditampilkan dua interface masingmasing Network Card untuk jaringan lokal dan
interface dialup ke TelkomNet. Buka
property RAS dan pastikan NAT diaktifkan untuk interface ke
internet. Untuk setting
dialup WinRoute, klik
tab RAS dan
isikan data koneksi
ke ISP TelkomNet.
Tutup
konfigurasi RAS dan kembali ke menu Interface Table, buka
property untuk interface
Ethernet – NDIS
Driver yang merupakan
koneksi ke LAN.
Pastikan NAT untuk
interface
tersebut tidak diaktifkan.
Tujuan konfigurasi NAT
tersebut adalah agar
WinRoute
melakukan NAT pada
internet interface, sehingga
trafik yang melewati
interface
tersebut dapat diterjemahkan
sesuai alamat tujuan.Dengan
demikian IP
jaringan lokal dapat terhubung dengan internet.
Untuk mengaktifkan fasilitas
Proxy Server buka menu
Settings > Proxy Server
dan
aktifkan Proxy Server
Enabled.Proxy WinRoute berjalan
di port 3128,
sehingga
setting browser di
klien juga harus
disesuaikan. Anda dapat
mengatur halamanhalaman yang
tidak boleh diakses
di tab Access
menu Proxy Server
Setttings
tersebut. Sedangkan
untuk mengatur lamanya
sebuah halaman disimpan
di cache WinRoute bukalah menu
Time to Live dan
isikan lamanya penyimpanan
temporary
site. Sampai di
sini WinRoute sudah
siap untuk digunakan
sebagai server internet
sharing.
Konfigurasi Browser
Browser yang digunakan
di klien harus
diarahkan ke Proxy
Server WinRoute
sehingga dapat mengakses internet lewat WinRoute.Bagi anda
yang menggunakan
Internet Explorer, buka menu Tools > Internet Options.
Klik tab Connections, lalu klik
tombol LAN Settings. Masukkan konfigurasi berikut :
Setelah browser selesai
disetting, hubungkan komputer
WinRoute ke internet
dan
cobalah melakukan browsing dari klien.
2. Membangun Jaringan
Lokal
Tutorial Cara Membuat
Jaringan Komputer LAN
secara sederhana dan
mudah
dipahami. Bisa dijadikan sebagai referensi untuk para
pelajar yang akan mengikuti
uji komptensi jaringan
komputer. LAN dapat
definisikan sebagai network
atau
jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas
didalam satu gedung,
satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan
media fasilitas
komunikasi umum seperti
telepon, melainkan pemilik
dan pengelola media
komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri.
Kesimpulan dari definisi di atas adalah bahwa LAN adalah
jaringan dari sejumlah
komputer yang dapat
saling berhubungna namun
dibatasi oleh lokasi
jarak
terterntu. Kalau masalah fungsi sudah pasti, jarigan LAN
berfungsi agar komputer
dapat terhubung antara satu komputer dengan komputer yang
lain sehingga bisa
bertukar data dan
berbagi pakai perangkat
keras yang lain.
Untuk membuat
sebuah jaringan LAN
ada material yang
kita butuhkan. Berikut
Peralatan atau
material yang dibutuhkan untuk membuat sebuah jaringan
komputer LAN :
1. Dua atau lebih PC
2. Network Card sesuai dg jumlah PC
3. Kabel coaxial atau UTP
4. Hub bila diperlukan
5. Terminator
6. T-Connector
Langkah-langkah Membuat Jaringan Komputer LAN:
Sebelumnya anda
harus mengetahui dahulu
tipe jaringan yang
ingin anda
gunakan.untuk
mengetahui tipe-tipe jaringan
komputer silakan anda
buka
artike saya terdahulu Mengenal Macam-Macam Topologi
Jaringan.
Pasanglah
kabel dan network
card. Pemasangan kabel
disesuaikan dengan
topologi/tipe
jaringan yang anda
pilih sedangkan pemilihan
network card
disesuaikan dengan slot yang ada pada motherboard anda. Bila
board anda
punya slot PCI maka itu lebih baik karena LAN card berbasis
PCI bus lebih
cepat dalam transfer data.
Bila anda
menggunakan tipe bus maka pada masing-masing komputer harus
anda pasang T-Connector yang memiliki dua input. Dan pada
komputer yang
hanya mendapat 1 input pada input kedua harus dipasang
terminator kecuali
bila anda membuat
jaringan berbentuk circle(lingkaran) dimana
semua
komputer mendapat 2
input. Misalnya komp1,komp2,komp3 berjajar maka tconncector pada
komp1 dipasang terminator
dan kabel ke
komp2. Pada
komp2 dipasang kabel
dr komp1 dan
kabel ke komp3.
Sedangkan komp3
dipasang kabel dr komp2 dan terminator.
Bila anda
memilih tipe star
maka masing-masing kabel
dari komputer
dimasukkan ke dalam
port yang tersedia
di hub. Dan
bila anda ingin
menghubungkan
hub ini ke
hub lainnya anda
gunakan kabel UTP
yang
dimasukkan ke port khusus yang ada pada masing-masing hub.
Langkah selanjutnya dadalah sebagai berikut :
Pilih Sistem Operasi yang sesuai, Mis : Windows atau Linux
Persiapkan Komputer
Server yang memadai, sesuai dengan jumlah klien. Pilih Jenis
Jaringan, Mis:
Jaringan Kabel atau Wireless.
Alat – Alat yang dibutuhkan dalam membuat jaringan LAN :
1. PC Server
2. OS (Operating System)
3. Lan Card (untuk jaringan kabel) atau Card
WLAN (U/ Wireless)
4. Kabel UTP Cat 5 (u/ jaringan
Kabel)
5. Access Point (U/ Jaringan
Wireless)
6. Switch atau Hub (u/ Jaringan
Kabel)
7. RJ 45 (u/ jaringan kabel)
8. Pemotong kabel / Crimping Tool
(u/ jaringan Kabel)
9. Tester kabel (u/ Jaringan
Kabel)
Langkah terakhir adalah setting
control panel network conection
1. Setting network connection di
controlpanel>networkConection
2. Klik kanan local Area Conection pilih
properties
3. Pilih TAB General pilih internet protocol
(TCP/IP) pilih prporties
4. Pilih use the following Ip adress
5. Masukan IPadress : 192.168.0.1 subnet
mask : 255.255.255.0
6. pilih OK
7. Klik kanan mycomputer pilih properties
8. pilih TAB ‘Computer Name’ pilih tombol
‘change’
9. di member of pilih ‘workgorup’isi apasaja
misal ‘Beres’
10. Isi ‘Computer Name’ apasaja misal ‘User 1′
11. Pilih ‘OK’ atomatis windows merestart
12. Lakukan hal demikian di komputer lain dengan
syarat ‘Computer Name’ harus
berbeda dan Ip address harus berbeda yang lainya harus sama,
misal dikomputer
lain ‘computer name’ di isi ‘user 2′ dan ip addressnya :
198.168.0.2 untuk ip adress
yang harus berbeda cuma digit terakhir yang lainya harus
sama.
3 .Membangun Server Berbagi Data
1). Cara Berbagi File Antara Dua
Komputer
Semakin banyak rumah
tangga yang sekarang
memiliki lebih dari
satu komputer.
Sering kali ini
berarti melompat dari
satu mesin ke
mesin lain untuk
menemukan
dokumen atau file yang Anda butuhkan. Kecuali, entu saja,
Anda berbagi file antara komputer
menggunakan network rumah.
Proses ini bahkan
menjadi lebih mudah
dengan Windows 7*, yang dilengkapi dengan fitur Homegroup.
Membentuk Homegroup
Untuk mulai berbagi
file antara komputer,
Anda akan perlu
membuat sebuah
homegroup, yang sebenarnya
merupakan kumpulan komputer
yang dapat berbagi
file.
Akses Control Panel
dari Menu Start
Pastikan opsi
ditampilkan sesuai dengan kategori di kanan atas layar.
Cari kategori
"Network and Internet". Klik
link "Choose homegroup
and
sharing options”.
Ini adalah tempat Anda bisa
membuat homegroup untuk berbagi file antara komputer
atau mengakses homegroup yang ada untuk digunakan pada mesin
lain.
Jika "There
is currently no
homegroup on the
network": Klik link
di bagian
bawah layar yang menyebutkan"Create a Homegroup".
Jika "This
computer belongs to a homegroup": Klik link untuk "View or print the
homegroup password”.
Pada titik ini, Anda akan dapat memutuskan apa jenis file
yang ingin berbagi antara
dua komputer. Opsinya
adalah gambar, dokumen,
musik, printer, serta
video, dan
Anda dapat memilih untuk berbagi kombinasi apa pun dari
jenis file tersebut. Setelah
Anda membuat pilihan itu, Windows 7 akan memberikan password
alfanumerik yang
harus Anda simpan
di tempat aman.
Anda akan membutuhkan
password ini untuk
mengatur homegroup di komputer lain di rumah Anda.
Mengakses Komputer Windows 7* Lain di Homegroup
Semua yang tersisa
untuk dilakukan sebelum
Anda dapat berbagi
file antara
komputer adalah mengakses
homegroup tersebut dari
komputer lain. Untuk
melakukan ini di Windows 7, Anda akan perlu menghidupkan
mesin, klik pada menu
start, dan akses
panel kontrol seperti
sebelumnya. Temukan link
untuk "Choose
homegroup and sharing options" di bawah kategori
"Network and Internet".
Alih-alih
membuat homegroup baru,
Anda akan melihat
kotak peringatan yang
memberi tahu bahwa
sebuahhomegroup telah terdeteksi
pada network Anda.
Klik
tombol
"Join Now". Anda akan
memasukkan password yang
Anda simpan dari
komputer lain dan pilih jenis file seperti sebelumnya.
Mengakses File Bersama
Jika Anda ingin
meminimalkan klik yang
diperlukan untuk mengakses
berbagi file
antara komputer, Anda dapat membuat shortcut pada desktop
Anda.Cara termudah
melakukannya adalah dengan membuat shortcut pada desktop
Anda.
Klik menu start,
lalu tombol "Computer" di bagian sebelah kanan menu.
Klik dobel hard
disk drive (biasanya "C").
Klik dobel folder
"Pengguna" pada layar berikutnya.
Klik kanan folder
"Public" dan klik "Create shortcut".
Ubah nama short cut
folder menjadi apa pun yang Anda suka, lalu drag ke
desktop.
Sekarang Anda telah
siap mentransfer file
antara komputer, berbagi
dokumen,
stream musik, berbagi
printer, dan hal
lain yang ingin
Anda masukkan pada
Homegroup.
4. Cara Mudah Membuat Printer Jaringan Pada Windows
Kemudahan berbagi printer
Salah satu keuntungan mempunyai suatu jaringan komputer
dirumah atau dikantoran
kecil adalah kemudahan untuk berbagi resources seperti
berbagi printer jaringan agar
bisa diakses oleh semua user yang ada pada jaringan.
Dua metoda
Ada dua cara untuk bisa berbagi printer pada jaringan:
Dengan komputer –
koneksikan sebuah printer USB kepada salah satu port
USB pada komputer dan lakukan konfigurasi untuk bisa di
sharing
Gunakan piranti
print-server baik wired maupun wireless print-server.
Kegiatan Belajar 18 : Tahapan Metode Rekayasa Sistem Jaringan Komputer
Tahapan
Metode Rekayasa Sistem Jaringan Komputer
1. Perencanaan
Tahap awal ini berkaitan dengan visi, misi, tujuan, dan
kebijakan organisasi sehingga
muncul rencana RSJK. Terdapat beberapa orientasi.
Organisasi: berkaitan
dengan citra organisasi,
etos kerja, kinerja,
dan kontrol
organisasi.
Ekonomis :
berkaitan dengan efisiensi, produktivitas, dan penghematan.
Teknis :
berkaitan dengan keamanan data,
integritas, kinerja, kemudahan,
dan
fleksibilitas.
Hasil dari tahapan
ini adalah Term
of Reference (TOR)
yang bersifat sistemik,
sistematik, dan strategik yang menjadi acuan kerja
selanjutnya.
2. Analisis
Tahapan ini merupakan langkah pemahaman sistem yang ada,
identifikasi masalah,
identifikasi
kebutuhan, dan analisis
yang berkaitan dengan
pergerakan data dan
informasi melalui survey dan studi kelayakan.
• Studi Literatur.
Pengumpulan data dengan
cara mengumpulkan literatur,
jurnal, paper dan
bacaan-bacaan
yang ada kaitannya
dengan perekayasaan sistem
jaringan
komputer metode lainnya.
• Site Survey
Kegiatan dalam Site
Survey mencakup observasi
dan wawancara secara
langsung ke lokasi
dimana kita akan
melaksanakan perancangan jaringan
komputer.
Informasi yang perlu
dicatat dalam pendokumentasian topologi
fisik yaitu :
1. Lokasi fisik dari
peralatan seperti router, switch, dan host;
2. Bagaimana
peralatan tersebut saling terkoneksi
3. Jalur dan panjang
kabel / media transmisi lainnya;
4. Konfigurasi
hardware seperti host dan server.
Informasi yang perlu dicatat dalam pendokumentasian topologi
logis yaitu :
1. Letak dan ukuran
dari broadcast dan collision domain;
2. Skema untuk IP
(Internet Protocol) addressing;
3. Skema penamaan;
4. Konfigurasi
sharing;
5. Permission (Hak
akses).
3. Perancangan / Selection and Design
yaitu memilah dan memilih perangkat yang akan digunakan untuk rekayasa sistem
setelah dilakukan analisa. Dalam
tahap ini juga
dilakukan pendesainan sistem
jaringan dengan membuat
prototype. Langkah-langkah yang dijalankan diantaranya :
Pemilihan perangkat –
perangkat yang akan
digunakan dalam jaringan
tersebut;
Pembuatan desain jaringan
yang lebih mutakhir
meliputi topologi fisik
dan
topologi logis;
Mengidentifikasi kelemahan desain sejak dini;
·
Topologi
Dalam kaitannya dengan
konfigurasi, tipe LAN dibagi menjadi dua bagian :
1. Kaitan administrasi antar node, jaringan
server-base dan jaringan peer-to-peer.
2. Kaitan fisik dan logik antar node, ditentukan
oleh bagaimana logika/fisik data
4. Arsitektur Jaringan
Arsitektur Jaringan terdiri dari perkabelan, topologi, media
metoda akses dan format
paket.
Arsitektur yang umum digunakan dalam
jaringan adalah berbasis
kabel
elektrik,
melalui perkembangan teknologi
optik kini banyak
digunakan juga serat
kabel optik sebagai media alternatif beserta kelebihan dan
kekurangannya.
Arsitektur Jaringan berada pada masa kondisi transisi. ARCnet, Ethernet dan TokenRing
merupakan salah satu
contoh arsitektur lama
yang akan segera
digantikan
dengan arsitektur lain dengan kecepatan yang lebih tinggi.
·
Perangkat
Keras
Perangkat keras
jaringan yang berbasis
PC adalah komputer
itu sendiri, kartu
jaringan, kabel, konektor,
konsentrator kabel, pelindung
dan perlengkapan
tambahan
Komputer (tools). yang
dipakai dalam jaringan
umumnya mempunyai
spesifikasi kelas AT
dengan prosesor 80386
ke atas, kelas
prosesor ini mampu
memproses data dengan
sistem arsitektur 32
bit. Untuk stations
atau dumbterminal bisa
lebih rendah spesifikasinya.
·
Perangkat
Lunak
Perangkat lunak jaringan terdiri dari driver interface (NIC), Sistem Operasi
Jaringan
atau Network Operating System (NOS), Aplikasi Jaringan, Aplikasi Manajemen dan
Aplikasi Diagnostik/Monitoring dan Aplikasi Backup. Beberapa dari elemen-elemen
ini terbundel dalam
satu paket NOS
dan sebagian berbentuk
sebagai third-party
software.
Driver menjembatani kartu jaringan dengan perangkat lunak
jaringan di sisi server
maupun workstation.
5. Pengembangan
Pengembangan
jaringan meliputi 4
tahap yang harus
dilalui untuk mendapatkan
hasil yang sempurna
dalam jaringan. Keempat
tahap tersebutadalah planning
(perencanaan), design (perancangan), implementation
(implementasi) dan operation
(operasional).
6. Konsep Pengembangan Sistem Informasi
Untuk pengembangan
sebuah sistem, itu berarti kita akan mengembangkan sebuah
sistem baru dengan acuan analisa dan evaluasi dari sistem
lama.
Kegiatan Belajar 20 : Aplikasi Ubuntu
Aplikasi
Ubuntu
A. Nautilus
– File Manager Ubuntu
Ringan dan
Ringkas! Itulah fitur
yang diusung oleh
Nautilus yang sudah
lama
menemani Desktop Gnome
sebagai file manager.
Fitur–fitur yang dimilikinya
memiliki kelebihan dibandingkan dengan file manager di beberapa sistem operasi
lainnya.
1. Mengaktifkan
Nautilus
Ada dua cara untuk mengaktifkan nautilus, yaitu :
1) Klik menu Places
dan pilih salah satu item yang ada di sana.
2) Tekan ALT+F2 dan
ketikkan nautilus kemudian tekan Enter.
Window Nautilus akan tampak seperti berikut ini (gambar
N.1).
Keterangan :
1. Menubar
2. Toolbar
3. Pengatur Tampilan Panel kiri
4. Address bar (alamat folder dalam komputer)
5. Panel Folder Utama (drive, home, desktop, dll)
7. Daftar File atau Folder
8. Status bar (informasi isi folder dan ruang kosong
harddisk)
Perhatikan tata letak
item-item di atas
karena akan bermanfaat
untuk memahami
penjelasan selanjutnya
2. Optimalkan Setting
Nautilus
Secara standar nautilus
telah terseting sesuai
dengan kemudahan pengguna,
ada
aiknya beberapa pengaturan
tambahan perlu dilakukan
untuk lebih memudahkan
pengguna.
Pengaturan ini bersifat
relatif (tidak mesti
harus dilakukan). Untuk
melakukan perubahan pengaturan klik menu Edit → Preferences.
Dua bagian yang
bisa dioptimalkan adalah
tab behavior dan tab media,
perhatikan
gambar N.2 dan gambar N.3 dibawah ini.
Tab Behavior
Gambar N.2
Tab Media
Gambar N.3
Lakukan setting seperti gambar di atas, sehingga file
autorun tidak langsung aktif
dan media yang disisipkan pada komputer (USB Flash Disk)
tidak akan dibrowse
otomatis.
3. Operasi File atau
Folder
1) Menyalin Data (Copy)
Klik kanan pada
file atau folder
yang bersangkutan dan
pilih Copy atau tekan
tombol CTRL+C. Untuk Paste tekan
tombol CTRL+V.
Ketika proses menyalin data berlangsung maka akan muncul
window progress
yang diperlihatkan gambar N.4 seperti dibawah ini.
2) Memindah Data (move)
Klik kanan pada file atau folder
yang bersangkutan dan pilih Cut atau
tekan tombol CTRL+X,
untuk menempelkan klik kanan pada area kosong di panel
file dan pilih Paste atau tekan tombol CTRL+V.
3) Menghapus Data (Delete)
Menghapus data ada dua jenis :
Memindahkan ke Tong
Sampah atau Wastebasket (file
yang terhapus bisa
dikembalikan)
Klik file atau
folder yang bersangkutan
dan klik kanan
pilih
Move to Trash atau tekan tombol Del pada Keyboard.
Menghapus secara
permanen (file terhapus tidak bisa dikembalikan lagi). Klik
file atau folder
yang bersangkutan dan
klik kanan pilih
Delete atau tekan
tombol SHIFT+DEL.
4) Mengembalikan data yang
terhapus dari Tong Sampah
5) Mengganti Nama File atau
Folder
Klik file atau
folder yang bersangkutan
dan klik kanan
pilih Rename atau
tekan
tombol F2 setelah
file atau folder
tersorot. Tekan Enter
jika sudah selesai
mengganti nama file.
4. Removeable Media
di Ubuntu
Removeable media di Ubuntu berupa:
a. CD/DVD ROM
CD/DVD ROM akan
di-mount otomatis oleh
oleh nautilus, Anda
bias
menemukannya di panel kiri (panel folder utama). Untuk
mengeluarkan CD/DVD
dari Drive, klik kanan pada CD/DVD pilih Eject.
b. Flashdisk/Harddisk Eksternal
Flashdisk atau Harddisk
juga akan Anda
temukan di panel
folder utama. Untuk
melakukan remove yang
aman, klik kanan
Flashdisk dan pilih
Safely Remove
Drive. Jika sukses maka drive flashdisk Anda tidak akan
muncul di panel lagi.
5. Beberapa
fitur-fitur menarik Nautilus
1) File pdf, gambar, music
ditampilkan otomatis.
Untuk file music dapat didengarkan potongannya tanpa perlu
membuka sebuah
player khusus. Cukup
sorot file music
yang diinginkan maka
Anda akan
mendengarkan musik tersebut.
2) Tab-tab pada daftar file.
Tab-tab pada program
mungkin sering Anda
jumpai pada browser
saat ini.
Keunikan fitur ini juga sudah disisipkan pada nautilus. Untuk memanfaatkan fitur
ini Anda bisa klik kanan pada folder (baik itu pada panel
kiri maupun panel kanan
serta Address bar) dan
pilih Open in New Tab, atau dengan cara klik folder yang
ingin dibuka dan
tekan tombol CTRL+T.
Fitur ini untuk
menghemat jumlah
window yang terbuka pada desktop (gambar N.10).
3) Bookmark Folder favorit
sehingga cepat diakses.
Di panel kiri
terdapat fitur folder bookmark
(lihat bagian Mengaktifkan Nautilus,
gambar N.1). Untuk menambah daftar panel bookmark
ada beberapa cara yang
bisa Anda lakukan :
• Klik folder yang
bersangkutan lalu pilih menu Bookmark – Add Bookmark.
• Klik folder yang
bersangkutan lalu tekan tombol CTRL+D
• Klik folder yang
bersangkutan lalu drag ke panel bookmark.
Untuk
menghapusnya Anda bisa
klik kanan pada
panel bookmark dan
pilih
Remove (folder asli
tidak ikut terhapus).
Bisa juga ke
menu Bookmark - Edit
Bookmark.
4) Mounting file arsip (.tar.gz,
.iso, dll) sebagai drive.
Tanpa perlu membuka
file arsip dengan
program arsip manager,
Anda bias
bersangkutan dan pilih Open with Archive Mounter.
5) Script-script yang bermanfaat
untuk nautilus.
Untuk menambahkan script buat nautilus
Anda perlu meng-install
beberapa script
(cara instalasi paket ini bisa Anda pelajari pada bagian
instalasi software ubuntu)
yang sering dipakai dalam sehari-hari, yaitu:
• nautilus-open-terminal (untuk mempercepat akses ke
terminal)
• nautilus-image-converter (untuk merubah ukuran gambar dan
orientasi
gambar)
• nautilus-wallpaper (untuk mengatur gambar menjadi
wallpaper)
6. Running Nautilus
sebagai Root
Kadang kala
perlu juga mengaktifkan nautilus pada mode
Administrator atau lebih
dikenal root untuk memberikan hak akses yang lebih pada file atau folder.
Untuk melakukan hal tersebut tekan tombol ALT+F2 dan
ketikkan gksudo nautilus
kemudian tekan enter
atau buka terminal ketik gksudo
nautilus.
B. Gedit,
text editor standar Ubuntu
Gedit adalah aplikasi
default text-editor dari
Ubuntu khususnya desktop
gnome.
Jika di windows
anda mengenal notepad
sebagai text-editor, maka
di Ubuntu
dikenal gedit. Sepintas
hanya terlihat seperti
text editor sederhana
untuk editing
dasar. Pada kenyataanya gedit lebih powerfull, selain sebagai peng-edit dokumen
juga sebagai peng-edit
source code bagi
developers atau programmers
karena
menyediakan
fitur-fitur serta plugins.
Langsung saja, gedit
bisa diakses dengan
beberapa cara berikut.
1. Yang pertama
adalah melalui GUI
(Graphical User Interface).
Dari menu
Application accessories → → gedit Text Editor.
2. Cara yang kedua merupakan favorit kebanyakan linuxer,
yakni melalui konsol
terminal, terminal sendiri berada pada Application →
Accessories → Terminal.
Pada konsol terminal
ketik dan masukkan
password jika diminta
seperti
dibawah ini.
hikari@Hikari:~$ sudo gedit
[sudo] password for hikari:
Cara di atas
adalah menggunakan gedit
dengan hak akses
user biasa, jika
ingin menggunakan
gedit dengan hak akses root dapat
dilakukan dengan cara
dibawah ini.
hikari@Hikari:~$ gksudo gedit
[sudo] password for hikari:
Beberapa fitur berguna yang dimiliki gedit:
- Dukungan penuh
untuk teks yang ada didunia (UTF-8)
- Sintaks
highlighting yang bisa dikonfigurasi untuk berbagai macam bahasa seperti
(C, C++, Java, HTML, XML, Python, Perl dan masih banyak lagi
- Undo / Redo
- Edit file secara
remote
- File reverting
- Dukungan print dan
print preview
- Dukungan clipboard
(cut/copy/paste)
- Search dan replace
- Menuju baris
spesifik
- Auto indentation
- Teks rata (Align)
- Penomoran baris
- Highlinght
('sorot') baris saat ini
- Pencocokan tanda
kurung
- Backup file
- Font dan warna yang
bisa dikonfigurasi
- User manual online
yang lengkap
C. Pemutar
Multimedia di Ubuntu
1. Rhythmbox
·
Fitur Tambahan Rhythmbox
Selain untuk mendengarkan koleksi musik rhythmbox
juga mempunyai segudang
fitur-fitur canggih seperti yang tampak pada gambar MP.5
berikut
2. Audacious
·
Fitur-fitur tambahan Audacious
◦ Skin
Audacious bisa menggunakan skin Winamp versi 2.x
◦ Graphic Equalizer
◦ Crystalizer
Membuat suara menjadi lebih jernih
◦ Extra Stereo
◦ Alarm
Otomatis memainkan musik pada waktu yang ditentukan
◦ Gapless Playback dengan Crossfade plugin
3. Exaile
Exaile adalah
pemutar dan manager musik
yang disebut-sebut sebagai
amaroknya desktop Gnome,
dibuat menggunakan bahasa
python dan GTK+
serta menggunakan multimedia framework Gstreamer.
4. Amarok
◦ Fitur-fitur Amarok
Salah satu alasan
banyak yang menyukai
amarok adalah karena
fiturnya yang
melimpah seperti:
• Context
Widget Context merupakan
salah satu daya
tarik Amarok, dikemas
dengan
tampilan yang menarik, widget ini memiliki banyak fungsi
seperti:
- Pengunduh lirik dan
sampul album
- Informasi
lagu/artis/album di wikipedia
- Rating, dan lainya.
5. Totem Movie Player
Totem Movie Player
merupakan aplikasi pemutar
video default di
Ubuntu yang
menggunakan
Gstreamer multimedia framework
dan xine library.
SEMOGA BERMANFAAT..
WASSALAMU'ALAIKUM.WR.WB
Langganan:
Postingan (Atom)

























