Rabu, 08 Juni 2016

JARINGAN DASAR

ASSALAMU'ALAIKUM.WR.WB

Kegiatan Belajar 2 : UDP (User Datagram Protocol)


1. UDP (User Datagram Protocol)
UDP, singkatan dari  User Datagram Protocol  yaitu suatu protokol yang berada pada
lapisan  transpor TCP/IP  yang  bekerja  pada  lapisan  antar  host  yang  berguna  untuk
membuat komunikasi yang bersifat connectionless. Hal ini berarti suatu paket yang
dikirim melalui jaringan dan mencapai komputer lain tanpa membuat suatu koneksi.
Sehingga  dalam  perjalanan  ke  tujuan  paket  dapat  hilang  karena  tidak  ada  koneksi
langsung antara kedua host, jadi UDP sifatnya tidak realibel.
UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
·         Connectionless (tanpa koneksi)
Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi
antara dua host yang hendak bertukar informasi.
·         Unreliable (tidak andal)
Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram  tanpa adanya nomor urut atau
pesan  acknowledgment.  Protokol  lapisan  aplikasi  yang  berjalan  di  atas  UDP  harus
melakukan  pemulihan  terhadap  pesan-pesan  yang  hilang  selama  transmisi.
Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan
layanan  keandalan  mereka  masing-masing,  atau  mengirim  pesan  secara  periodik
atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
·         UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah
protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam
jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process
Identification dan Destination Process Identification.
UDP tidak menyediakan layanan-layanan antar-host berikut:
·         UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan  (buffering) dari data yang
masuk  ataupun  data  yang  keluar.  Tugas  buffering  merupakan  tugas  yang
harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas
UDP.
·           UDP  tidak  menyediakan  mekanisme  segmentasi  data  yang  besar  ke  dalam
segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. Karena itulah,
protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data
yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum  Transfer Unit/MTU
) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka  di mana data tersebut dikirim. Karena,
jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan nilai MTU, paket
data  yang  dikirimkan  bisa  saja  terpecah  menjadi  beberapa  fragmen  yang
akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
·         UDP  tidak  menyediakan  mekanisme  flow-control,  seperti  yang  dimiliki  oleh
TCP.
Penggunaan UDP
UDP sering digunakan dalam beberapa tugas berikut:
·         Protokol yang "ringan" (lightweight)
Untuk  menghemat  sumber  daya  memori  dan  prosesor,  beberapa  protokol  lapisan
aplikasi  membutuhkan  penggunaan  protokol  yang  ringan  yang  dapat  melakukan
fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan.
Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan
aplikasi Domain Name System.
·         Transmisi broadcast
Karena UDP merupakan protokol yang tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu
dengan sebuah host tertentu, maka transmisi broadcast pun dimungkinkan. Sebuah
protokol lapisan aplikasi dapat mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan
menggunakan alamat multicast  atau broadcast. Hal ini kontras dengan protokol TCP
yang  hanya  dapat  mengirimkan  transmisi  one-to-one.  Contoh:  query  nama  dalam
protokol NetBIOS Name Service.
Cara Kerja UDP
1.  Paket berisi port client dan port sumber berbentuk file text dikirimkan ke server
dalam UDP header
2.  Paket berisi port client dan port sumber berbentuk file audio dikirimkan ke
server dalam UDP header
3.  UDP tujuan membaca nomor port tujuan dan memproses data
4.  Paket  asli  memiliki  port  tujuan  sehingga  server  dapat  mengirimkan  data
kembali ke ftfp client
5.  Untuk point 3 dan 4 berulang lagi saat server menerima file audio dari client
6.  saat  aplikasi  yang  ingin  mengirim  data,  UDP  tidak  akan  mem-buffer  atau
mem-fragmen data.
7.  Karena UDP tidak mem-fragmen  data, jika data yang lebih besar dari MTU,
lapisan IP yang harus mem-fragmen nya
Pada  internet protocol suite , layer transport merupakan layer yang berada diatas
layer  network. Jika layer network berfungsi untuk mengatur transfer data antar end
-system, maka fungsi dari layer transport ini adalah untuk mengatur transfer data
antar proses. Proses yang terjadi pada saat transfer data ini bisa menggunakan
berbagai macam  protocol seperti ;UDP (User Datagram Protocol), TCP Transmisson
Control Protocol),  DCCP (Diagram Congestion Control Protocol), SCTP (Stream
Control Transmission  Protocol), dan RSVP (Resource Reservation Protocol).
Dimana tiap -tiap protocol  tersebut memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda -beda.Diantara beberapa  protokol pada layer tersebut yang paling sering digunakan
adalah UDP dan TCP.
Berikut karakteristik lebih lanjut dari Protokol UDP :
-Connectionless, maksudnya adalah tidak ada aktifitas handshaking antaraa UDP
dan penerimanya saat akan dilakukan pengiriman data sehingga data tersebut dikirim
melalui jaringan dan mencapai ke computer tujuan tanpa membuat suatu koneksi
langsung. Hal tersebut beresiko karena data yang dikirim bisa hilang
-Unreliable, maksudnya adalah pesan-pesan yang dikirim menggunakan protocol ini
akan dikirim sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan ACK
(Acknowledgment). Hal tersebut menyebabkan pesan-pesan yang diterima di tujuan
mungkin saja diterima dalam keadaan yang tidak urut sehingga protocol yang
berjalan diatasnya (layer aplikasi) berpean penting dalam memulihkan pesan-pesan
tersebut.
Contoh protocol aplikasi yang menggunakan UDP :


-DNS
-SNMP
-TFTP
-SunRPC port 111
-Dll


Protokol TCP
TCP merupakan protocol layer transport yang paling sering digunakan di internet.
Berikut karakteristiknya :
  Point to point
Pada TCP komunikasi yang dilakukan antar usernya bersifat point to point ,
maksudnya adalah satu pengiriman data dikirim oleh satu pengirim dan hanya
diterima oleh satu penerima juga
  Reliable
Berbeda dengan UDP, protocol TCP ini bersifat reliable yang artinya data yang
dikirim menggunakan TCP ini akan dikirim dengan mekanisme tertentu agar data
bisa diterima secara berurutan, Sehingga ada jaminan data yang dikirim dengan
protocol ini bisa sampai ke tujuan dan tidak hilang.Terdapat buffer di pengirim
dan penerima
  Full duplex data
Pada protocol ini memungkinkan adanya aliran data dua arah pada koneksi yang
sama
  Connection-oriented
Pada TCP, saat pengirim akan mengirimkan data ke penerima a
kan terjadi proses handshaking terlebih dahulu antara keduanya. Hal ini
bertujuan agar dapat melakukan sinkronisasi terhadap nomor urut dan nomor
acknowledgement yang dikirmkan kedua belah pihak dan saling bertukar ukuran
TCP window
  Flow Control
Dengan adanya flow control ini,aliran data yang dikirim akan selalu dikontrol
sehingga pengirim tidak akan membuat penerima menjadi kewalahan saat
menerima data-data yang dikirimkan tersebut.
Contoh Aplikasi TCP :


-HTTPs
-FTP
-SMTP Telnet
-Dll.


Membandingkan TCP dan UDP Menggunakan Wireshark
Pada  gambar  tersebut  dapat  dilihat  perbandingan  protocol  layer  transport  antara
kedua  paket  tersebut.


UDP memiliki karakteristik yang sederhana karena protocol ini memang dibuat  untuk
mengoptimalkan  kecepatan  pengiriman  datanya.  Apabila  protocol  UDP  diberi
parameter yang banyak dan kompleks, maka akan terjadi delay yang cukup panjang
dan akan melenceng dari tujuan utamanya yaitu mengoptimalkan kecepatan transfer
data.  Paket  yang  menggunakan  protocol  ini  memerlukan  kecepatan  data  yang
optimal  karena  protocol  ini  biasanya  digunakan  pada  aplikasi-aplikasi  real  time
seperti  streaming  video,audio,game,dll.Dapat  dilihat  juga  pada  flow  graphnya  jika
pada  UDP  ini  tidak  terdapat  proses  handshaking,yaitu  Protokol  UDP  ini  tidak  perlu
membuat  koneksi  secara  langsung  terlebih  dahulu  untuk  proses  pengiriman
datanya.
Kemudian  pada  TCP  terdapat  banyak parameter  pada  paketnya  karena  protocol  ini  mengutamakan  keandalanya  dalam pengiriman  data  ke  tujuan.

Kegiatan Belajar 4 : Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP

1. Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb :
Physical  Layer  (lapisan  fisik)  merupakan  lapisan  terbawah  yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini  dapat  bervariasi  bergantung  pada  media  komunikasi  pada  jaringan  yang bersangkutan. 
TCP/IP  bersifat  fleksibel  sehingga  dapat  mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda. Network  Access  Layer  mempunyai  fungsi  yang  mirip  dengan   Data  Link layer  pada OSI.
Internet Layer mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua
pihak  yang  berada  pada  jaringan  yang  berbeda  seperti  Network  Layer  pada  OSI.
Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:
·         Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari
tujuan. Alamat pada  protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address (
IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada
level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer
yang digunakan.
·         Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai
tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol
(IP).  Sebagai  protokol  yang  bersifat  connectionless,  proses  routing  sepenuhnya
ditentukan  oleh  jaringan. 
Application Layer merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang
berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu,
terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP
yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol )
untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper
Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol)
untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya
menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini
dinamai dengan TCP/IP.

 

Kegiatan Belajar 6 : Setting IP address pada windows Dan Linux


1. Setting IP Address pada windows seven
Berikut adalah langkah-langkah setting IP address pada windows 7:
Langkah pertama: klik start pada windows 7 anda,kemudian pilih control panel.
Langkah kedua: pada menu control panel pilih view network status and tasks yang
berada di bawah Network and Internet.
Langkah ketiga: setelah anda masuk ke view network status and tasks, anda akan
dibawa masuk ke network and sharing center seperti gambar dibawah ini. kemudian
pilih change adapter setting pada menu bagian kiri.
Langkah keempat: klik kanan pada icon Local Area Connection, kemudian pilih
properties.
Langkah kelima: Setelah masuk pada menu local area connection, pilih internet
protocol version 4 (TCP/IPv4) kemuan klik properties
Langkah Keenam: Pada menu internet protocol version 4 (TCP/IPv4) centang use
the following IP Address kemudian isi IP address sesuai yang di inginkan, saya beri
contoh 192.168.1.1

Setelah IP address sudah diisi, kemudian klik OK pada tombol bagian bawah.
dan selamat anda sudah bisa setting IP Address pada windows 7

2.Setting IP-Address Linux Debian
Berikut ini cara-cara Untuk mensetting Linux debian :
#. Untuk Debian :
1. Login As Root :
sany@kenshin:~$ su
Password:
Setelah login sebagai root maka buka /etc/network/interfaces
kenshin:/home/sany# vi /etc/network/interfaces
Muncul deh isinya
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
name Ethernet LAN card
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
gateway 192.168.1.254

Kegiatan Belajar 8 : Pengalamatan IP v6


1.Pengalamatan IP v6
IPv6 ini merupakan perkembangan dari IPv4 yang dapat menyediakan lebih
banyak IP  address karena  IPv6  ini  panjangnya adalah  128  bit  tidak  seperti  IPv4
yang  panjangnya  hanya  32  bit  saja.  selain  itu, masih  banyak kelebihan  lain  dari
IPv6 ini bila dibandingkan dengan IPv4.
Keunggulan IPv6
1. Jumlah IP Address yang sangat banyak
Seperti yang telah diketahui, pada IPv4 panjang satu alamat IP-nya adalah 32
bit  yang  berarti  dapat  menyediakan  alamat  IP  sebanyak  4.294.967.296.
2. Autoconfiguration
IPv6  dirancang  agar  penggunanya  tidak  dipusingkan  dengan  konfigurasi  Ip
address.  Komputer  pengguna  yang  terhubung  dengan  jaringan  IPv6  akan
mendapatkan  IP  address  langsung  dari  router,  sehingga  nantinya  DHCP  server
tidak  diperlukan  lagi.  Autoconfiguration  nantinya  sangat  berguna  bagi  peralatan
mobile  internet  karena  pengguna  tidak  direpotkan  dengan  konfigurasi  sewaktu
berpindah tempat dan jaringan.
3. Security
IPv6 telah dilengkapi dengan protokol IPSec, sehingga semua aplikasi telah
memiliki  security  yang  optimal  bagi  berbagai  aplikasi  yang  membutuhkan
keamanan,  misalnya  saja  transaksi  e-banking.Disamping  itu,  IPSec  dalam  Ipv6
merupakan  protokol  keamanan  yang  paling  andal  saat  ini.
4. Quality of Service.
IPv6  memiliki  protokol  QoS  yang  terintegrasi  dengan  baik,  sehingga  semua
aplikasi  yang  berjalan  diatas  Ipv6  memiliki  jaminan  QoS,  terutama  bagi  aplikasi
yang sensitive terhadap delay seperti VoIP dan streaming video.

Jenis Pengalamatan IPv6
1. Unicast
jenis  pengalamatan  unicast
pada IPv6 sesuai dengan tipenya seperti :
-  Alamat Link Local : alamat yang digunakan di dalam satu link yaitu jaringan local
yang saling tersambung dalam satu level
-  Alamat  Site  Local  :  setara  dengan  alamat  privat,  yang  dopakai  terbatas  dalam
satu site sehingga terbatas penggunaanya hanya didalam satu site sehingga tidak
dapat digunakan untuk mengirimkan alamat diluar site ini
-  Alamat  Global  :  alamat  yang  dipakai  misalnya  untuk  ISP  (Internet  Service
Provider)
2. Anycast
Pengalamatan  anycast  digunakan  untuk  mengirimkan  packet  ke  salah  satu
anggota dari anycast yang terdekat.
3. Multicast
Alamat multicast IPv6 digunakan sebagai identitas sebuah group node. Jika packet  dikirim  ke  alamat  multicast,  maka  packet  tersebut  akan  diterima  oleh semua  node  anggota  dari  group  tersebut.  Sebuah  node  dapat  menjadi  anggota banyak group multicast
4.Capturing IPv6
Berikut merupakan contoh hasil capture IPv6 dengan menggunakan wireshark :

Pada gambar tersebut terlihat beberapa detail dari IPv6 seperti  payload, next
header, hop limit, source, dan destination.
Source  address  merupakan  alamat  sumber  dari  pengirim.  Seperti  yang  telah
dijelaskan  diatas,  alamat  dari  IPv6  panjangnya  128-bit  dimana  pada  gambar
hasilcapture ditunjukan dengan alamat Fe80::86e:9f5e:d5c6:e25a.
Destination address merupakan alamat tujuan kemana paket tersebut akan dikirim.
Sama dengan source address, alamat dari destination ini juga terdiri dari 128 bit
data alamat dari destination ini juga terdiri dari 128 bit data dimana pada gambar
diatas ditunjukan dengan nilai ff02::1:ff38:cb38
(Sumber: ilmuKomputer.com)
5.Subnetting Classfull
Classfull  adalah alamat IP yang dibagi berdasarkan dalam kelas.Ada 5 kelas yang berbeda dan itu adalah kelas yang memutuskan ukuran jaringan.
Bit yang digunakan untuk mengidentifikasi kelas adalah sebagai berikut:


A = 0
B = 10
C = 110
D = 1.110
E = 1.111


Kegiatan Belajar 10 : Network Address Translation (NAT)


1. Network Address Translation (NAT)
Keterbatasan  alamat  pada  IPv4  merupakan  maslah  pada  jaringan  global  atau
internet. Untuk memksimalkan menggunakqn alamat IP yang di berikan oleh internet
service  provider  (ISP)  maka  dapat  digunakan  Network  Address  Translation  atau
sering  di  singkat  dengan  NAT.  NAT  membuat  jaringan  yang  menggunakan  alamat
local(private),  alamat  yang  tidak  boleh  ada  dalam  table  routing  internet  dan  di
khusukan untuk jaringan local/internet, agar dapat berkomunikasi ke internet dengan
jalan meminjam alamat IP internet yang di alokasikan oleh ISP.
a.  Pembagian Nat
Nat dapat di bagi menjadi 2, yaitu :
1). Static
Translasi  static  terjadi  ketika  sebuah  alamat  local  (inside)  di  petakan  kepada
sebuah alamat global/internet(outside). Alamat local dan global tersebut di petakan 1
lawan 1 secara statistic.
2). Dinamik
o  NAT dengan kelompok
Translasi dinamik terjadi ketika router NAT di set untuk memahami alamat local yang
harus  di  translasikan,  dan  kelompok  (POOL)  alamt  global  yang  akan  di  gunakan
untuk  terhubung  ke  internet. 
o  Nat overload
Sejumlah IP  local  internal  dapat  di  translasikan ke  suatu  alamat IP global(outside).
Hali  ini  sangat  menghemat  penggunaan  alokasi  IP  da
ri  ISP. 
b.  Keuntungan dan Kerugian NAT
Nat  sangan  berguna/penting  untuk  mentranslasikan  alamat  IP.  sebagai  contoh
apabila  akan  berganti  ISP  atau  menggabungkan  2  internet(2  perusahaan)  maka  di



harmuskan  untuk  merubah  alamat  IP  internal.  Dengan demikian akan menghilangkan duplicate
IP tanpa pengalamatan kembali host atau computer.


Cara Kerja NAT
NAT  merupakan  suatu  mekanisme  merubah  atau  tranaslasi  IP  private  menjadi  IP
public  dan  sebaliknya. 
Jadi, secara singkat NAT (Network Address Translator) merupakan teknik
pengalamatan IP yang memberikan beberapa keuntungan antara lain :
* Menghemat IP public.
* Meningkatkan fleksibilitas koneksi ke jaringan public.
* Menyediakan keamanan jaringan
* Konsistensi terhadap skema pengalamatan jaringan internal.
Implementasi NAT
Terdapat sebuah jaringan, bentuk jaringannya kurang lebih seperti ini :
Internet — Modem — Router — AP — Client
Pada  jaringan  di  atas  terdapat  3  client  yang  dimana  masing-masing  menggunakan
DHCP.  Pada  dasarnya  ketika  berlangganan  internet,  maka  akan  mendapatkan  IP
public.
Berikut gambar bentuk jaringannya :
Dari  gambar  di  atas  terlihat  pada  modem  terdapat  IP  125.161.65.169.  Sebenarnya
inilah  IP  public  yang  menyebabkan  kita  dapat  ber-internet.  Sedangkan  IP  lainnya
adalah IP private.
Konfigurasi NAT
Ada beberapa istilah spesifik dalam mengkonfigursi NAT, yaitu
1.  Inside  Local     spesifik  IP  address  yang  ditugaskan  sebagai  inside  host
dibelakang NAT-enabled device (biasanya sebuah private address).
2.  Inside  Global     address  yang  mengidenfikasikan  sebuah  inside-host  ke
outside-world  (biasanya  sebuah  public  address).  Pada  dasarnya  ini  adalah
public address yang ditugaskna secara statis atau dinamis ke private host.
3.  Outside  Global     address  yang  ditugaskan  ke  outside  host  (biasanya
sebuah public address).
4.   Outside  Local     address  yang mengidentifikasikan  outside host  ke  insidenetwork.  Kadang  kala  sama  halnya  dengan  Outside  Global  tadi,  namun berfungsi  untuk  menerjemahkan  outside  ke  inside  address  (dari  public  ke private).



Konfigurasi NAT Dinamis
Pada gambar diatas, adalah contoh skenario dalam penerapan NAT Dynamic pool.
Perlu diketahui kawan, dalam NAT Dinamis, memungkinkan beberapa internal host
mengakses  internet  dengan  menggunakan  setiap  host  IP  address  public  dalam
rentang waktu ketika sesi itu berlangsung. Atau dengan kata lain, ketika internal hos
berhenti  mengirim  dan  menerima  paket  dari  internet,  Timeout  NAT  router  tersebut
kan menghapus NAT dinamis dari tabel NAT dan membuat IP addres public tersedia
untuk internal host selanjutnya.

Konfigurasi NAT Overload (PAT)
NAT  Overload  juga  dikenal  dengan  PAT  (Port  Address  Translation).  Port  Address
Translation  (PAT)  adalah  suatu  fitur  dari  jaringan  perangkat  yang  menerjemahkan
TCP  atau  UDP,  komunikasi  yang  dilakukan  antara  host  pada  jaringan  pribadi  
host pada jaringan. Hal ini memungkinkan satu publik alamat IP untuk digunakan oleh
banyak host di jaringan lokal. Dalam PAT, baik pengirim pribadi IP dan nomor port
diubah; perangkat PAT memilih nomor port yang akan dilihat oleh host pada jaringan
publik. Dalam hal ini, PAT beroperasi pada layer 3 (jaringan) dan 4 (transportasi) dari
model OSI , sedangkan NAT dasar hanya beroperasi pada layer 3.
Nah  pada  gambar  diatas,  kita  bisa  memanfaatkan  satu  IP  address  public  untuk
banyak ip private. Sehingga penggunaanya lebih dominan dibanding NAT yang lain,
dimana IP public yang disewa adalah 100.10.1.2/30.

Keuntungan NAT
  Menghemat pemakain IP address public dan menghindari resiko duplikasi IP
address
  Dapat  meningkatkan  security  karena  jaringan  luar  (outside)  tidak  dapat
menembus jaringan lokal (inside) secara langsung.
  Memudahkan  manajemen  jaringan  dari  proses  pengalamatan  ulang  ketika
berganti ISP.
Kekurangan NAT
  Ada aplikasi Internet yang tidak dapat berjalan menggunakan NAT
  Proses translasi dapat menimbulkan delay switching
  Menghilangkan kemampuan traceability end-to-end IP.



Kegiatan Belajar 12: Konsep Sistem Operasi Jaringan


KONSEP SISTEM OPERASI JARINGAN
1. Pengertian Sistem Operasi
Sistem Operasi  atau  dalam  bahasa Inggris:  operating system  atau  OS  adalah  perangkat  lunak  sistem  yang  bertugas  untuk  melakukan kontrol  dan  manajemen  perangkat  keras  serta  operasi-operasi  dasar  sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.
Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls)  ke  pemakai  sehingga  memudahkan  dan  menyamankan  penggunaan  serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer.
1.1 . Fungsi Dasar Sistem Operasi
Sistem operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi fungsi penting sistem operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) danpenggunaan komputer yang tidak perlu.
1.2. Tujuan Mempelajari Sistem Operasi
Tujuan mempelajari sistem operasi agar dapat merancang sendiri serta dapat memodifikasi sistem yang telah ada sesuai dengan kebutuhan kita, agar dapat memilih alternatif sistem operasi, memaksimalkan penggunaan sistem operasi dan agar konsep dan teknik sistem operasi dapat diterapkan pada aplikasi-aplikasi lain.
1.3. Sasaran Sistem Operasi
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu
kenyamanan -- membuat penggunaan komputer menjadi lebih nyaman, efisien -- penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien,
berevolusi -- sistem operasi harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan pengembangan, pengujian serta pengajuan sistem-sistem yang baru.
1.4. Beberapa bagian dari Sistem Operasi secara umum
1.  Mekanisme Boot, yaitu meletakan kernel ke dalam memory kernel, kernel
dapat dikatakan sebagai inti dari Sistem Operasi.
2.  Command Interpreter atau Shell, bertugas untuk membaca input berupa
perintah dan menyediakan beberapa fungsi standar dan fungsi dasar yang
dapat dipanggil oleh aplikasi/program maupun piranti lunak lain. Contoh dari
Shell adalah : Command prompt pada Windows Xp (DOS pada Windows 98),
XTerm dan Konsole di Mesin Linux (Unix).
3.  Resource Allocator. Sistem Operasi bertugas mengatur dan mengalokasikan
sumber daya dari perangkat.
4.  Handler. Handler berperan dalam mengendalikan sistem perangkat agar
terhindar dari kekeliruan (error) dan penggunaan sumber daya yang tidak
perlu.
5.  Driver untuk berinteraksi dengan hardware sekaligus mengontrol kinerja
hardware.
2. Pengertian Sistem Operasi Jaringan
Sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan File sharing, priter sharing, DNS Service, Webserver, FTP server, DHCP, Database dan lain sebagainya.
  Menyediakan fungsi khusus untuk  menghubungkan sejumlah komputer dan
perangkat lainnya ke sebuah jaringan
  Mengelola sumber daya jaringan
  Menyediakan layanan keamanan jaringan bagi multiple users
Di dalam Jaringan komputer terdiri dari :
· Komputer Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas
bagi komputer-komputer lain didalam jaringan.
· Komputer Client adalah komputer-komputer yang menerima
atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.
Sistem  operasi  harus  diinstal  ke  dalam  komputer  agar  dapat berfungsi  dengan  baik.  Dalam  instalasi  sistem  operasi  jaringan  terdapat  beberapa mode pilihan yang disediakan yaitu berupa mode text dan mode grafik.
A. Model Sistem Operasi Jaringan
Ada  dua  model  sistem  operasi  jaringan,  yaitu  berbasis  text  atau  CLI
(Command Line Interface) dan berbasis GUI (Graphical User Interface).
Sistem Operasi Workstation/client/desktop


  Windows XP
  Windows Vista
  Windows 7
  Ubuntu
  Open Suse
  Mandrake
  Mac OS


Beberapa service yang biasa dijalankan pada sistem operasi jaringan :
1.  DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server 
DHCP  serveradalah  suatu  server  yang  men-assign  IP  address  kepada
client yang meminta IP address dalam suatu jaringan.
2.  DNS (Domain Name Server)
Merupakan  sebuah  aplikasi  services  yang  biasa  digunakan  di  Internet
seperti  web  browser  atau  e-mail  yang  menerjemahkan  sebuah  domain
name ke IP addressn
3.  FTP Server (File Transfer Protocol)
Protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang
menggunakan TCP/IP.
4.  Webserver
Sebuah  perangkat  lunak  server  yang  berfungsi  menerima  permintaan
HTTP  atau  HTTPS  dari  klien  yang  dikenal  dengan  browser  web  dan
mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman  -halaman web yang
umumnya berbentuk dokumen HTML.

B. Karakteristik Sistem Operasi Jaringan
a. Pusat kendali sumber daya jaringan
b. Akses aman ke sebuah jaringan
c. Mengizinkan remote user terkoneksi ke jaringan
d. Mengizinkan user terkoneksi ke jaringan lain (misalnya Internet)
e.Back up data dan memastikan data tersebut tersedia

C. Fungsi Utama Sistem Operasi Jaringan
a. Menghubungkansejumlahkomputerdanperangkatlainnyakesebuahjaringan
b. Mengelolasumberdayajaringan
c. Menyediakanlayanan
d. Menyediakankeamananjaringanbagi multiple users
e. Mudah menambahkan client dan sumber daya lainnnya
f. Memonitor status dan fungsi elemen – elemen jaringan
g. Distribusi program dan update software ke client
h. Menggunakan kemampuan server secara efisien
i. Menyediakan tolerasi kesalahan

D. Jenis Sistem Operasi jaringan
1. Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI
contoh Sistem Operasi jaringan berbasis GUI


a. Linux Redhat
b. Windows NT 3.51
c. Windows 2000 (NT 5.0)
d. Windows Server 2003
e. Windows XP
f. Microsoft MS-NET
g. Microsoft LAN Manager
h. Novell NetWare



2. Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text
diantaranya adalah sebagai berikut :


a. Linux Debian
b. Linux Suse
c. Sun Solaris
d. Linux Mandrake
e. Knoppix
f. MacOS
g. UNIX
h. Windows NT
i. Windows 2000 Server
j. Windows 2003 Server



E. Macam – macam Sistem Operasi Jaringan
Berikut adalah beberapa Sistem Operasi jaringan yang sering di temukan
adalah sebagai berikut:
1.       WINDOWS (MICROSOFT WINDOWS)
Mircorost  Windows  atau  biasa  kita  sapa  dengan  sebutan  Windows
adalah Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang
menggunakan antarmuka dengan berbasikan GUI (Graphical User Interface)
atau tampilan antarmuka bergrafis.

2.       UNIX
UNIX sendiri ditulis dalam bahasa C sehingga UNIX pun mirip dengan
DOS yaitu Line/Text Command Based selain itu UNIX pun merupakan Sistem
Operasi  yang  secure  dibanding  dengan  Sistem  Operasi  lain,  karena  setiap
file, direktori, user dan group memiliki set izin tersendiri untuk diakses. Karena
adanya dukungan Proyek GNU, maka selanjutnya UNIX berkembang menjadi
LINUX (Salah satu varian UNIX).
Kelebihan dan kekurangan UNIX :
-  Multiuser dan multitasking operating system
-  Dibuat di Bell Laboratories awaltahun 1970an
-  Tidak user friendly
-  Dapat menangan ipemrosesan  yang besar
3.  LINUX
Awalnya  dikembangkan  oleh  Linus  Torvalds  yang  pada  mulanya sekedar emulasi terminal yang dibutuhkan untuk mengakses server UNIX di Universitasnya.  Linux  merupakan  kloningan  dari  MINIX  (Salah  satu  varian UNIX),  peralatan  sistem  dan  pustakanya  umumnya  berasal  dari  Sistem Operasi  GNU.  Linux  memiliki  banyak  disain  yang  berasal  dari  disain  dasar UNIX,  Linux  menggunakan  Kernel  Monilitik  yaitu  Kernel  Linux  yang menangani  kontrol  prosses,  jaringan,  periferal,  dan  pengaksesan  sistem
berkas. Sama seperti UNIX, Linuxpun dapat dikendalikan oleh satu atau lebih
antarmuka  baris  perintah  (Command  Line  Interface/CLI)  berbasis  teks,
antarmuka  pengguna grafis  (Graphical  User Interface/GUI)  yang merupakan
konfigurasi bawaan untuk versi dektop.

        kegiatan Belajar 14 : SISTEM OPERASI GNU LINUX SERVER


SISTEM OPERASI GNU LINUX SERVER
GNU/Linux  adalah  sebuah  sistem  operasi  yang  diciptakan  oleh  Linus Benedict  Torvalds  seorang  mahasiswa  Universitas  Helsinki  Finlandia  di  tahun 1991.  Proyek GNU ini  diluncurkan  pada  tahun 1984 untuk  mengembangkan sebuah  sistem  operasi  lengkap  mirip  UNIX berbasis  perangkat  lunak  bebas, yaitu  sistem  GNU  (GNU  merupakan akronim  berulang dari  “GNU’s  Not  Unix”; GNU  dilafalkan  dengan  “genyu”). 
Beberapa  distro  Linux  Live  CD  yang  banyak  dipakai  antara  lain  Knoppix,
SUSE  Live  Eval,  Mandrake  Move,  Gentoo  Live  CD,  Slackware  Live  CD  dll.
Meskipun bentuknya Live CD, tetapi distro tersebut memiliki fungsi yang sama
dengan distro-distro terinstal. Di dalam CD tersebut, sudah terdapat paket-paket
umum yang biasa kita jumpai di distro Linux besar, seperti: OpenOffice, KOffice,
XMMS, GIMP, Konqueror, dan sebagainya. Namun ada beberapa pengecualian,
yaitu  beberapa  paket  yang  memang  sangat  besar  dan  kiranya  tidaklah  umum
digunakan oleh home user, mengingat kapasitas CD yang terbatas, yaitu sekitar
700MB.
 para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:

  Monolithic  Kernel.  Monolithic  kernel  mengintegrasikan  banyak  fungsi  di
dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara
penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.

  Microkernel.  Microkernel  menyediakan  sedikit  saja  dari abstraksi
perangkat  keras dan  menggunakan  aplikasi  yang  berjalan  di  atasnya—
yang  disebut  dengan  server—untuk  melakukan  beberapa  fungsionalitas
lainnya.

  Hybrid kernel. Hybrid kernel adalah pendekatan desain microkernel yang
dimodifikasi.  Pada hybrid  kernel,  terdapat  beberapa  tambahan  kode  di
dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.

  Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal,
sehingga  program  dapat  mengakses  hardware  secara  langsung.  Dalam
pendekatan  desain  exokernel,  library  yang  dimiliki  oleh  sistem  operasi
dapat  melakukan  abstraksi  yang  mirip  dengan  abstraksi  yang  dilakukan
dalam desain monolithic kernel.

10 Distro Linux Yang Cocok Untuk Server
1.       Ubuntu
2.        Red Hat
3.       SUSE
4.       Mandriva
5.       Xandros
6.       Slackware
7.       Debian
8.       Vyatta
9.       CentOs
10.   Unbreakable Linux




Kegiatan Belajar 16 : Perancangan dan Pengembangan Jaringan


Tahapan Perancangan dan Pengembangan Jaringan
System  Operasi  Linux atau  Windows  2000/XP  bisa  melakukan  routing  antar  kelas  IP  dan  bahkan  bisa berfungsi sebagai router penghubung antara jaringan lokal dengan internet.
Tahapan perencanaan yang harus dilakukan antara lain:
1.  Perkiraan Jumlah PC
Perkiraan jumlah masksimum PC dalam satu kelompok kerja harus dilakukan dengan
tepat, karena akan menentukan kelas IP  dan rencana jangka panjan pengembangan
jaringan komputer.
2.  Menentukan Kelas IP
Kelas IP dapat  ditentukan berdasarkan jumlah maksimum PC dalam satu kelompok
kerja,  jika  jumlah  maksimum  PC  lebih  dari  254  maka  harus  dipertimbankan
menggunakan  IP  kelas  B , supaya  tidak  terjadi  perubahan  konfigurasi  pada  saat
jumlah PC sudah sangat banyak dan kompleks.
3.  Menentukan Range Nomor IP
Jika kita merencanakan jumlah kelompok kerja lebih dari satu maka penentuan range
nomor IP perlu dipertimbangkan. Namun penentuan range IP dilakukan berdasarkan
perkiraan jumlah PC.
4.  Pemberian Nama Kelompok Kerja.
Sebaiknya  pemberian  nama  kelompok  kerja  disesuaikan  menurut  fungsi  dari  suatu
bagian  tertentu,  misalnya  untuk  bagian  Akademik  Kampus  UNIGHA,  dalam  hal  ini,
kita bisa memberi nama kelompok kerja tersebut dengan nama AKADEMIK-UNIGHA.
5.  PC Router
Tugas  Router  pada  jaringan  kecil  dan  menengah  bisa  dilakukan  oleh  PC  yang
dilengkapi  Sistem  Operasi  jaringan  baik  Linux  maupun  MS  Windows  NT  atau
2000.Dengan  langkah-langkah  sederhana  maka  PC  tersebut  sudah  berfungsi
sebagai  Router.  Untuk  satu  kelompok  kerja  jaringan  diperlukan  satu  PC  yang
berfungsi  sebagai  Router.

Pembagian kelas IP
Konfigurasi Internet Sharing dengan WinRoute
WinRoute  yang  diproduksi  oleh  Kerio  Technology  menyediakan  banyak  fasilitas
untuk mengelola jaringan.Internet sharing merupakan fasilitas yang paling sering
digunakan di WinRoute. Fasilitas lain yang disediakan oleh WinRoute adalah :
   Firewall dengan metode Packet Filter
   Network Address Translation (NAT)
   DHCP Server
  Mail Server
   DNS Forwarder
Metode internet sharing di WinRoute menggunakan 2 cara :
Network  Address  Translation:WinRoute  bertindak  sebagai  router  yang
menterjemahkan  source  IP  Address  (IP  Lokal)  menjadi  IP  Address  yang  berada
dalam 1 subnet dengan network tujuan.
Proxy  Server  : Adalah  metode  Web  Caching  yang  berjalan  di  atas  service  NAT.
Dalam  teknik  ini  WinRoute  menyimpan  temporary  website  yang  pernah  dikunjungi
user  di  cache-nya. 
Konfigurasi Jaringan Lokal
Sebelum  mengkonfigurasi  WinRoute  anda  harus  memastikan  jaringan  lokal  (LAN)
telah  dikonfigurasi  dengan  benar  dan  berfungsi  baik.  Dalam  tulisan  ini  diberikan
contoh  jaringan  klas  C  dengan  IP  Address  192.168.0.x  dan  subnet  mask
255.255.255.0. 
maka  pada tiap komputer klien harus dikonfigurasi sebagai berikut :
IP Address : 192.168.0.x
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : IP komputer WinRoute ; 192.168.0.1
DNS Server : IP komputer WinRoute ; 192.168.0.1
Bila anda sudah memiliki DNS Server di jaringan lokal maka dapat digunakan DNS
Server  yang sudah  ada,  dan fasilitas  DNS  Forwarder  di WinRoute  harus  dimatikan
(Settings > DNS Forwarder) Selain itu fasilitas DHCP Server di WinRoute juga harus
dimatikan  agar  tidak  konflik  dengan  konfigurasi  IP  Statis  di  klien  Jaringan  dengan
DHCP
Untuk  mempermudah  alokasi  dan  konfigurasi  IP  Address  di  klien  anda  dapat
menggunakan  fasiltas  DHCP.WinRoute  memiliki  fasilitas  DHCP  yang  dapat
digunakan  untuk  mengalokasikan  IP  Address  di  jaringan.  Pilihan  lain  adalah
menggunakan  DHCP  yang  telah  tersedia  di  Windows  NT/2000  Server  dan
mematikan DHCP Server di WinRoute.> DHCP Server).
Jaringan dengan DHCP
Untuk  mempermudah  alokasi  dan  konfigurasi  IP  Address  di  klien  anda  dapat
menggunakan  fasiltas  DHCP.WinRoute  memiliki  fasilitas  DHCP  yang  dapat
digunakan  untuk  mengalokasikan  IP  Address  di  jaringan.  Pilihan  lain  adalah menggunakan  DHCP  yang  telah  tersedia  di  Windows  NT/2000  Server  dan
mematikan  DHCP Server di WinRoute.  Menggunakan DHCP Non WinRoute Apabila
anda tidak menggunakan DHCP Server yang terdapat di WinRoute,
maka  lakukan  konfigurasi  berikut  di  DHCP  Server  jaringan  lokal  :Pastikan  IP
Komputer WinRoute (192.168.0.1)  belum  digunakan  oleh komputer  lain  di  jaringan.
Masukkan  IP  tersebut  di  daftar  exclusion  agar  tidak  dipakai  oleh  komputer  lain  di
jaringan.
  Masukkan  IP  komputer  WinRoute  :  192.168.0.1  sebagai  default  gateway  di
DHCP Option.
  Untuk  option  DNS  Server,  arahkan  ke  IP  WinRoute  apabila  anda  ingin
menggunakan  DNS  forwarder  WinRoute.  Jika  tidak,  masukkan  IP  DNS  Server
jaringan anda di DHCP Option dan matikan DNS Forwarder WinRoute.
  Menggunakan DHCP dan DNS WinRoute Cara termudah dan sederhana adalah
dengan  menggunakan  DHCP  dan  DNS  Forwarder  yang  disediakan  WinRoute.
Untuk  menggunakan  teknik  ini  anda  harus  mematikan  fungsi  DHCP  yang
terdapat  di  jaringan  lokal  dan  mengaktifkan  DHCP  WinRoute.  Klik  Settings  >
DHCP Server untuk menampilkan konfigurasi DHCP, lalu aktifkan ceklis DHCP
Server  enabled.  Selanjutnya  klik  New  Scope  untuk  menentukan  alokasi  IP
Address di jaringan lokal. Masukkan range IP dari 192.168.0.2 s/d 192.168.0.50.
Alokasi IP tersebut dapat disesuaikan dengan jumlah komputer di jaringan anda.
Alamat 192.168.0.1 telah digunakan untuk WinRoute, sehingga tidak dimasukkan
di  DHCP.  Untuk  menentukan  option  klik  Default  Gateway  dan  masukkan  IP
komputer WinRoute 192.168.0.1. Sedangkan untuk DNS Server masukkan pula
192.168.0.1  di  bagian  specify  value.  Dengan  konfigurasi  DHCP  tersebut  IP
komputer  klien  akan  disetting  otomatis  oleh  WinRoute  sesuai  konfigurasi  yang
telah diisikan.
Langkah  berikutnya  adalah  konfigurasi  DNS  Forwarder  di  menu  Settings  >  DNS
Forwarder.Anda  dapat  menggunakan  DNS  Server  yang  terdapat  di  internet  atau
menggunakan  DNS  Server  yang  terdapat  di  jaringan  lokal.  Isikan  konfigurasi  DNS
Forwarder seperti berikut :
DNS  Server  diarahkan  ke  202.135.0.155  yang  merupakan  server  DNS  milik
TelkomNet.  Anda  dapat  menyesuaikannya  dengan  server  milik  ISP  yang  anda gunakan atau server lain yang telah ditentukan.Langkah terakhir adalah konfigurasi
IP  komputer  klien,  sehingga  dapat  mengambil  alamat  IP  secara  otomatis  dari
WinRoute.  Perlu  diingat  apabila  terdapat  DHCP  Server  lain  di  jaringan  lokal,  anda
harus  mematikannya  sehingga  tidak  konflik  dengan  DHCP  Server  WinRoute.
Konfigurasi IP Address klien adalah seperti berikut :
IP  Address  komputer  WinRoute  dikonfigurasi  dengan  data-data  sebagai  berikut  :
Komputer WinRoute harus menggunakan IP statis karena bertindak sebagi gateway
jaringan lokal ke internet. Untuk peng isian DNS Server digunakan DNS TelkomNet,
anda  dapat  menyesuaikannya  dengan  DNS  milik  ISP  yang  anda  gunakan.Setelah
konfigurasi  jaringan  selesai  anda  harus  menguji  konfigurasi  tersebut  dengan  utility
ping  dari  command  prompt.  Lakukan  ping  dari  komputer  WinRoute  ke  klien  dan
sebaliknya.  Apabila  konfigurasi  sudah  benar  maka  akan  terlihat  jawaban  reply  dari
host  yang  dituju.  Contoh  berikut  adalah  ping  dari  komputer  klien  ke  komputer
WinRoute dengan nomor IP 192.168.0.1.

Konfigurasi Dialup dan Proxy Server WinRoute
Setelah  konfigurasi  jaringan  berhasil  baik  langkah  berikutnya  adalah  setting
WinRoute  agar  dapat  bertindak  sebagai  gateway  dan  Proxy  Server.  Sebelumnya
anda sudah harus memasang modem dan dialup ke ISP, dan harus sudah berfungsi
baik. Buka menu Settings > Interface table, dimana ditampilkan dua interface masingmasing Network Card untuk jaringan lokal dan interface dialup ke TelkomNet. Buka
property RAS dan pastikan NAT diaktifkan untuk interface ke internet. Untuk setting
dialup  WinRoute,  klik  tab  RAS  dan  isikan  data  koneksi  ke  ISP  TelkomNet.  Tutup
konfigurasi RAS dan kembali ke menu Interface Table, buka property untuk interface
Ethernet    NDIS  Driver  yang  merupakan  koneksi  ke  LAN.  Pastikan  NAT  untuk
interface  tersebut  tidak  diaktifkan.  Tujuan  konfigurasi  NAT  tersebut  adalah  agar
WinRoute  melakukan  NAT  pada  internet  interface,  sehingga  trafik  yang  melewati
interface  tersebut  dapat  diterjemahkan  sesuai  alamat  tujuan.Dengan  demikian  IP
jaringan lokal dapat terhubung dengan internet.
Untuk mengaktifkan fasilitas  Proxy  Server  buka menu  Settings >  Proxy  Server  dan
aktifkan  Proxy  Server  Enabled.Proxy  WinRoute  berjalan  di  port  3128,  sehingga
setting  browser  di  klien  juga  harus  disesuaikan.  Anda  dapat  mengatur  halamanhalaman  yang  tidak  boleh  diakses  di  tab  Access  menu  Proxy  Server  Setttings
tersebut. Sedangkan  untuk  mengatur  lamanya  sebuah  halaman  disimpan  di  cache WinRoute  bukalah menu  Time to  Live  dan  isikan  lamanya  penyimpanan  temporary
site.  Sampai  di  sini  WinRoute  sudah  siap  untuk  digunakan  sebagai  server  internet
sharing.
Konfigurasi Browser
Browser  yang  digunakan  di  klien  harus  diarahkan  ke  Proxy  Server  WinRoute
sehingga dapat mengakses internet lewat WinRoute.Bagi anda yang menggunakan
Internet Explorer, buka menu Tools > Internet Options. Klik tab Connections, lalu klik
tombol LAN Settings. Masukkan konfigurasi berikut :
Setelah  browser  selesai  disetting,  hubungkan  komputer  WinRoute  ke  internet  dan
cobalah melakukan browsing dari klien.
2.  Membangun Jaringan Lokal
Tutorial  Cara  Membuat  Jaringan  Komputer  LAN  secara  sederhana  dan  mudah
dipahami. Bisa dijadikan sebagai referensi untuk para pelajar yang akan mengikuti
uji  komptensi  jaringan  komputer.  LAN  dapat  definisikan  sebagai  network  atau
jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung,
satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas
komunikasi  umum  seperti  telepon,  melainkan  pemilik  dan  pengelola  media
komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri.
Kesimpulan dari definisi di atas adalah bahwa LAN adalah jaringan dari sejumlah
komputer  yang  dapat  saling  berhubungna  namun  dibatasi  oleh  lokasi  jarak
terterntu. Kalau masalah fungsi sudah pasti, jarigan LAN berfungsi agar komputer
dapat terhubung antara satu komputer dengan komputer yang lain sehingga bisa
bertukar  data  dan  berbagi  pakai  perangkat  keras  yang  lain.  Untuk  membuat
sebuah  jaringan  LAN  ada  material  yang  kita  butuhkan.  Berikut  Peralatan  atau
material yang dibutuhkan untuk membuat sebuah jaringan komputer LAN :
1.  Dua atau lebih PC
2.  Network Card sesuai dg jumlah PC
3.  Kabel coaxial atau UTP
4.  Hub bila diperlukan
5. Terminator
6. T-Connector
Langkah-langkah Membuat Jaringan Komputer LAN:
  Sebelumnya  anda  harus  mengetahui  dahulu  tipe  jaringan  yang  ingin  anda
gunakan.untuk  mengetahui  tipe-tipe  jaringan  komputer  silakan  anda  buka
artike saya terdahulu Mengenal Macam-Macam Topologi Jaringan.
  Pasanglah kabel  dan  network  card.  Pemasangan  kabel  disesuaikan  dengan
topologi/tipe  jaringan  yang  anda  pilih  sedangkan  pemilihan  network  card
disesuaikan dengan slot yang ada pada motherboard anda. Bila board anda
punya slot PCI maka itu lebih baik karena LAN card berbasis PCI bus lebih
cepat dalam transfer data.
  Bila anda menggunakan tipe bus maka pada masing-masing komputer harus
anda pasang T-Connector yang memiliki dua input. Dan pada komputer yang
hanya mendapat 1 input pada input kedua harus dipasang terminator kecuali
bila  anda  membuat  jaringan  berbentuk  circle(lingkaran)  dimana  semua
komputer mendapat  2 input. Misalnya komp1,komp2,komp3 berjajar maka tconncector  pada  komp1  dipasang  terminator  dan  kabel  ke  komp2.  Pada
komp2  dipasang  kabel  dr  komp1  dan  kabel  ke  komp3.  Sedangkan  komp3
dipasang kabel dr komp2 dan terminator.
  Bila  anda  memilih  tipe  star  maka  masing-masing  kabel  dari  komputer
dimasukkan  ke  dalam  port  yang  tersedia  di  hub.  Dan  bila  anda  ingin
menghubungkan  hub  ini  ke  hub  lainnya  anda  gunakan  kabel  UTP  yang
dimasukkan ke port khusus yang ada pada masing-masing hub.
Langkah selanjutnya dadalah sebagai berikut :
Pilih Sistem Operasi yang sesuai, Mis : Windows atau Linux Persiapkan Komputer
Server yang memadai, sesuai dengan jumlah klien. Pilih Jenis Jaringan, Mis:
Jaringan Kabel atau Wireless.
Alat – Alat yang dibutuhkan dalam membuat jaringan LAN :
1.  PC Server
2.  OS (Operating System)
3.  Lan Card (untuk jaringan kabel) atau Card WLAN (U/ Wireless)
4. Kabel UTP Cat 5 (u/ jaringan Kabel)
5. Access Point (U/ Jaringan Wireless) 
6. Switch atau Hub (u/ Jaringan Kabel)
7. RJ 45 (u/ jaringan kabel)
8. Pemotong kabel / Crimping Tool (u/ jaringan Kabel)
9. Tester kabel (u/ Jaringan Kabel)
Langkah terakhir adalah setting control panel network conection
1.      Setting network connection di controlpanel>networkConection
2.      Klik kanan local Area Conection pilih properties
3.      Pilih TAB General pilih internet protocol (TCP/IP) pilih prporties
4.      Pilih use the following Ip adress
5.      Masukan IPadress : 192.168.0.1 subnet mask : 255.255.255.0
6.      pilih OK
7.      Klik kanan mycomputer pilih properties
8.      pilih TAB ‘Computer Name’ pilih tombol ‘change’
9.      di member of pilih ‘workgorup’isi apasaja misal ‘Beres’
10.    Isi ‘Computer Name’ apasaja misal ‘User 1′
11.    Pilih ‘OK’ atomatis windows merestart
12.  Lakukan hal demikian di komputer lain dengan syarat ‘Computer Name’ harus
berbeda dan Ip address harus berbeda yang lainya harus sama, misal dikomputer
lain ‘computer name’ di isi ‘user 2′ dan ip addressnya : 198.168.0.2 untuk ip adress
yang harus berbeda cuma digit terakhir yang lainya harus sama.
3 .Membangun Server Berbagi Data
1). Cara Berbagi File Antara Dua Komputer
Semakin  banyak  rumah  tangga  yang  sekarang  memiliki  lebih  dari  satu  komputer.
Sering  kali  ini  berarti  melompat  dari  satu  mesin  ke  mesin  lain  untuk  menemukan
dokumen atau file yang Anda butuhkan. Kecuali, entu saja, Anda berbagi file antara komputer  menggunakan  network  rumah.  Proses  ini  bahkan  menjadi  lebih  mudah
dengan Windows 7*, yang dilengkapi dengan fitur Homegroup.
Membentuk Homegroup
Untuk  mulai  berbagi  file  antara  komputer,  Anda  akan  perlu  membuat  sebuah
homegroup,  yang  sebenarnya  merupakan  kumpulan  komputer  yang  dapat  berbagi
file.
  Akses Control Panel dari Menu Start
  Pastikan opsi ditampilkan sesuai dengan kategori di kanan atas layar.
  Cari  kategori  "Network  and  Internet".  Klik  link  "Choose  homegroup  and
sharing options”.
Ini adalah tempat Anda bisa  membuat homegroup untuk berbagi file antara komputer
atau mengakses homegroup yang ada untuk digunakan pada mesin lain.
  Jika  "There  is  currently  no  homegroup  on  the  network":  Klik  link  di  bagian
bawah layar yang menyebutkan"Create a Homegroup".
  Jika "This computer belongs to a homegroup": Klik link untuk "View or print the
homegroup password”.
Pada titik ini, Anda akan dapat memutuskan apa jenis file yang ingin berbagi antara
dua  komputer.  Opsinya  adalah  gambar,  dokumen,  musik,  printer,  serta  video,  dan
Anda dapat memilih untuk berbagi kombinasi apa pun dari jenis file tersebut. Setelah
Anda membuat pilihan itu, Windows 7 akan memberikan password alfanumerik yang
harus  Anda  simpan  di  tempat  aman.  Anda  akan  membutuhkan  password  ini  untuk
mengatur homegroup di komputer lain di rumah Anda.
Mengakses Komputer Windows 7* Lain di Homegroup
Semua  yang  tersisa  untuk  dilakukan  sebelum  Anda  dapat  berbagi  file  antara
komputer  adalah  mengakses  homegroup  tersebut  dari  komputer  lain.  Untuk
melakukan ini di Windows 7, Anda akan perlu menghidupkan mesin, klik pada menu
start,  dan  akses  panel  kontrol  seperti  sebelumnya.  Temukan  link  untuk  "Choose
homegroup and sharing options" di bawah kategori "Network and Internet".
Alih-alih  membuat  homegroup  baru,  Anda  akan  melihat  kotak  peringatan  yang
memberi  tahu  bahwa  sebuahhomegroup  telah  terdeteksi  pada  network  Anda.  Klik
tombol  "Join  Now".  Anda  akan  memasukkan  password  yang  Anda  simpan  dari
komputer lain dan pilih jenis file seperti sebelumnya.
Mengakses File Bersama
Jika  Anda  ingin  meminimalkan  klik  yang  diperlukan  untuk  mengakses  berbagi  file
antara komputer, Anda dapat membuat shortcut pada desktop Anda.Cara termudah
melakukannya adalah dengan membuat shortcut pada desktop Anda.
  Klik menu start, lalu tombol "Computer" di bagian sebelah kanan menu.
  Klik dobel hard disk drive (biasanya "C").
  Klik dobel folder "Pengguna" pada layar berikutnya.
  Klik kanan folder "Public" dan klik "Create shortcut".
  Ubah nama short cut folder menjadi apa pun yang Anda suka, lalu drag ke
desktop.
Sekarang  Anda  telah  siap  mentransfer  file  antara  komputer,  berbagi  dokumen,
stream  musik,  berbagi  printer,  dan  hal  lain  yang  ingin  Anda  masukkan  pada
Homegroup.
4. Cara Mudah Membuat Printer Jaringan Pada Windows
Kemudahan berbagi printer
Salah satu keuntungan mempunyai suatu jaringan komputer dirumah atau dikantoran
kecil adalah kemudahan untuk berbagi resources seperti berbagi printer jaringan agar
bisa diakses oleh semua user yang ada pada jaringan.
Dua metoda
Ada dua cara untuk bisa berbagi printer pada jaringan:
  Dengan komputer – koneksikan sebuah printer USB kepada salah satu port
USB pada komputer dan lakukan konfigurasi untuk bisa di sharing
  Gunakan piranti print-server baik wired maupun wireless print-server.

Kegiatan Belajar 18 : Tahapan Metode Rekayasa Sistem Jaringan  Komputer


Tahapan Metode Rekayasa Sistem  Jaringan  Komputer
1.  Perencanaan
Tahap awal ini berkaitan dengan visi, misi, tujuan, dan kebijakan organisasi sehingga
muncul rencana RSJK. Terdapat beberapa orientasi.
  Organisasi:  berkaitan  dengan  citra  organisasi,  etos  kerja,  kinerja,  dan  kontrol
organisasi.
   Ekonomis : berkaitan dengan efisiensi, produktivitas, dan penghematan.
  Teknis  :  berkaitan  dengan keamanan  data,  integritas, kinerja, kemudahan,  dan
fleksibilitas.
Hasil  dari  tahapan  ini  adalah  Term  of  Reference  (TOR)  yang  bersifat  sistemik,
sistematik, dan strategik yang menjadi acuan kerja selanjutnya.
2.  Analisis
Tahapan ini merupakan langkah pemahaman sistem yang ada, identifikasi masalah,
identifikasi  kebutuhan,  dan  analisis  yang  berkaitan  dengan  pergerakan  data  dan
informasi melalui survey dan studi kelayakan.
  Studi Literatur.
Pengumpulan  data  dengan  cara  mengumpulkan  literatur,  jurnal,  paper  dan
bacaan-bacaan  yang  ada  kaitannya  dengan  perekayasaan  sistem  jaringan
komputer metode lainnya.
  Site Survey
Kegiatan  dalam  Site  Survey  mencakup  observasi  dan  wawancara  secara
langsung  ke  lokasi  dimana  kita  akan  melaksanakan  perancangan  jaringan
komputer.
Informasi  yang  perlu  dicatat  dalam  pendokumentasian  topologi  fisik yaitu :
1.   Lokasi fisik dari peralatan seperti router, switch, dan host;
2.   Bagaimana peralatan tersebut saling terkoneksi
3.   Jalur dan panjang kabel / media transmisi lainnya;
4.   Konfigurasi hardware seperti host dan server.
Informasi yang perlu dicatat dalam pendokumentasian topologi logis yaitu :
1.   Letak dan ukuran dari broadcast dan collision domain;
2.   Skema untuk IP (Internet Protocol) addressing;
3.   Skema penamaan;
4.   Konfigurasi sharing;
5.   Permission (Hak akses).

3.  Perancangan / Selection  and Design
yaitu   memilah dan memilih perangkat yang akan  digunakan untuk   rekayasa sistem
setelah dilakukan analisa.   Dalam   tahap    ini    juga    dilakukan pendesainan    sistem
jaringan dengan membuat prototype. Langkah-langkah yang dijalankan diantaranya :
  Pemilihan  perangkat     perangkat   yang  akan  digunakan  dalam  jaringan
tersebut;
  Pembuatan  desain  jaringan  yang  lebih  mutakhir  meliputi  topologi  fisik  dan
topologi logis;
  Mengidentifikasi kelemahan desain sejak dini;

·         Topologi
Dalam kaitannya dengan konfigurasi, tipe LAN dibagi menjadi dua bagian :
1.  Kaitan administrasi antar node, jaringan server-base dan jaringan peer-to-peer.
2.  Kaitan fisik dan logik antar node, ditentukan oleh bagaimana logika/fisik data
4.  Arsitektur Jaringan
Arsitektur Jaringan terdiri dari perkabelan, topologi, media metoda akses dan format
paket.  Arsitektur  yang  umum  digunakan  dalam  jaringan  adalah  berbasis  kabel
elektrik,  melalui  perkembangan  teknologi  optik  kini  banyak  digunakan  juga  serat
kabel optik sebagai media alternatif beserta kelebihan dan kekurangannya.
Arsitektur Jaringan berada pada masa kondisi  transisi. ARCnet, Ethernet dan  TokenRing  merupakan  salah  satu  contoh  arsitektur  lama  yang  akan  segera  digantikan
dengan arsitektur lain dengan kecepatan yang lebih tinggi.
·         Perangkat Keras
 Perangkat  keras  jaringan  yang  berbasis  PC  adalah  komputer  itu  sendiri,  kartu
jaringan,  kabel,  konektor,  konsentrator  kabel,  pelindung  dan  perlengkapan
tambahan  Komputer  (tools).  yang  dipakai  dalam  jaringan  umumnya  mempunyai
spesifikasi  kelas  AT  dengan  prosesor  80386  ke  atas,  kelas  prosesor  ini  mampu
memproses  data  dengan  sistem  arsitektur  32  bit.  Untuk  stations  atau  dumbterminal  bisa  lebih  rendah  spesifikasinya. 
·         Perangkat Lunak
Perangkat lunak jaringan terdiri  dari driver interface (NIC), Sistem Operasi Jaringan
atau Network Operating System (NOS),  Aplikasi Jaringan, Aplikasi Manajemen dan
Aplikasi Diagnostik/Monitoring dan Aplikasi Backup.  Beberapa dari elemen-elemen
ini  terbundel  dalam  satu  paket  NOS  dan  sebagian  berbentuk  sebagai  third-party
software.
Driver menjembatani kartu jaringan dengan perangkat lunak jaringan di sisi  server
maupun workstation.
5.  Pengembangan
Pengembangan  jaringan  meliputi  4  tahap  yang  harus  dilalui  untuk  mendapatkan
hasil  yang  sempurna  dalam  jaringan.  Keempat  tahap  tersebutadalah  planning
(perencanaan), design (perancangan), implementation (implementasi) dan operation
(operasional).
6.  Konsep Pengembangan Sistem Informasi
Untuk   pengembangan sebuah sistem, itu berarti kita akan mengembangkan sebuah
sistem baru dengan acuan analisa dan evaluasi dari sistem lama.

Kegiatan Belajar 20 : Aplikasi Ubuntu


Aplikasi Ubuntu
A. Nautilus – File Manager Ubuntu
Ringan  dan  Ringkas!  Itulah  fitur  yang  diusung  oleh  Nautilus  yang  sudah  lama
menemani  Desktop  Gnome  sebagai  file  manager.  Fitur–fitur  yang  dimilikinya
memiliki kelebihan dibandingkan dengan file  manager di beberapa sistem operasi
lainnya.
1. Mengaktifkan Nautilus
Ada dua cara untuk mengaktifkan nautilus, yaitu :
1)  Klik menu Places dan pilih salah satu item yang ada di sana.
2)  Tekan ALT+F2 dan ketikkan nautilus kemudian tekan Enter.
Window Nautilus akan tampak seperti berikut ini (gambar N.1).
Keterangan :
1. Menubar
2. Toolbar
3. Pengatur Tampilan Panel kiri
4. Address bar (alamat folder dalam komputer)
5. Panel Folder Utama (drive, home, desktop, dll)
6. Panel bookmark (mempercepat akses ke folder favorit)
7. Daftar File atau Folder
8. Status bar (informasi isi folder dan ruang kosong harddisk)
Perhatikan  tata  letak  item-item  di  atas  karena  akan  bermanfaat  untuk  memahami
penjelasan selanjutnya

2. Optimalkan Setting Nautilus
Secara  standar  nautilus  telah  terseting  sesuai  dengan  kemudahan  pengguna,  ada
aiknya  beberapa  pengaturan  tambahan  perlu  dilakukan  untuk  lebih   memudahkan
pengguna.  Pengaturan  ini  bersifat  relatif  (tidak  mesti  harus  dilakukan).  Untuk
melakukan perubahan pengaturan klik menu Edit → Preferences.
Dua  bagian  yang  bisa  dioptimalkan  adalah  tab behavior  dan  tab media,  perhatikan
gambar N.2 dan gambar N.3 dibawah ini.
Tab Behavior
Gambar N.2
Tab Media
Gambar N.3
Lakukan setting seperti gambar di atas, sehingga file autorun tidak langsung aktif
dan media yang disisipkan pada komputer (USB Flash Disk) tidak akan dibrowse
otomatis.

3. Operasi File atau Folder
1) Menyalin Data (Copy)
Klik  kanan  pada  file  atau  folder  yang  bersangkutan  dan  pilih  Copy  atau  tekan
tombol  CTRL+C.  Untuk   Paste  tekan tombol CTRL+V.
Ketika proses menyalin data berlangsung maka akan muncul window progress
yang diperlihatkan gambar N.4 seperti dibawah ini.
2) Memindah Data (move)
Klik kanan pada file atau folder yang bersangkutan dan pilih Cut atau
tekan tombol  CTRL+X, untuk menempelkan klik kanan pada area kosong di panel
file dan pilih Paste atau tekan tombol CTRL+V.
3) Menghapus Data (Delete)
Menghapus data ada dua jenis :
  Memindahkan ke Tong Sampah  atau  Wastebasket  (file  yang terhapus  bisa
dikembalikan)  Klik  file  atau  folder  yang  bersangkutan  dan  klik  kanan  pilih
Move to Trash atau tekan tombol Del pada Keyboard.
  Menghapus secara permanen (file terhapus tidak bisa dikembalikan lagi). Klik
file  atau  folder  yang  bersangkutan  dan  klik  kanan  pilih  Delete  atau  tekan
tombol SHIFT+DEL.
4) Mengembalikan data yang terhapus dari Tong Sampah
Klik icon Trash pada panel kiri (gambar N.5).
5) Mengganti Nama File atau Folder
Klik  file  atau  folder  yang  bersangkutan  dan  klik  kanan  pilih  Rename  atau  tekan
tombol  F2  setelah  file  atau  folder  tersorot.  Tekan  Enter  jika  sudah  selesai
mengganti nama file.
4. Removeable Media di Ubuntu
Removeable media di Ubuntu berupa:
a. CD/DVD ROM
CD/DVD  ROM  akan  di-mount  otomatis  oleh  oleh  nautilus,  Anda  bias
menemukannya di panel kiri (panel folder utama). Untuk mengeluarkan CD/DVD
dari Drive, klik kanan pada CD/DVD pilih Eject.

b. Flashdisk/Harddisk Eksternal
Flashdisk  atau  Harddisk  juga  akan  Anda  temukan  di  panel  folder  utama.  Untuk
melakukan  remove  yang  aman,  klik  kanan  Flashdisk  dan  pilih  Safely  Remove
Drive. Jika sukses maka drive flashdisk Anda tidak akan muncul di panel lagi.
5. Beberapa fitur-fitur menarik Nautilus
1) File pdf, gambar, music ditampilkan otomatis.
Untuk file  music  dapat didengarkan potongannya tanpa perlu membuka sebuah
player  khusus.  Cukup  sorot  file  music  yang  diinginkan  maka  Anda  akan
mendengarkan musik tersebut.
2) Tab-tab pada daftar file.
Tab-tab  pada  program  mungkin  sering  Anda  jumpai  pada  browser  saat  ini.
Keunikan fitur ini juga sudah disisipkan pada  nautilus. Untuk memanfaatkan fitur
ini Anda bisa klik kanan pada folder (baik itu pada panel kiri maupun panel kanan
serta Address bar) dan  pilih Open in New Tab, atau dengan cara klik folder yang
ingin  dibuka  dan  tekan  tombol  CTRL+T.  Fitur  ini  untuk  menghemat  jumlah
window yang terbuka pada desktop (gambar N.10).
3) Bookmark Folder favorit sehingga cepat diakses.
Di  panel kiri terdapat fitur  folder  bookmark  (lihat  bagian  Mengaktifkan Nautilus,
gambar N.1). Untuk menambah daftar panel  bookmark  ada beberapa cara yang
bisa Anda lakukan :
  Klik folder yang bersangkutan lalu pilih menu Bookmark – Add Bookmark.
  Klik folder yang bersangkutan lalu tekan tombol CTRL+D
  Klik folder yang bersangkutan lalu drag ke panel bookmark.
Untuk  menghapusnya  Anda  bisa  klik  kanan  pada  panel  bookmark  dan  pilih
Remove  (folder  asli  tidak  ikut  terhapus).  Bisa  juga  ke  menu  Bookmark  -  Edit
Bookmark.
4) Mounting file arsip (.tar.gz, .iso, dll) sebagai drive.
Tanpa  perlu  membuka  file  arsip  dengan  program  arsip  manager,  Anda  bias
membuka  file  arsip  Anda  sebagai  drive  (gambar  N.11). 
Klik  kanan  file  yang
bersangkutan dan pilih Open with Archive Mounter.
5) Script-script yang bermanfaat untuk nautilus.
Untuk menambahkan script buat  nautilus  Anda perlu meng-install  beberapa  script
(cara instalasi paket ini bisa Anda pelajari pada bagian instalasi software ubuntu)
yang sering dipakai dalam sehari-hari, yaitu:
• nautilus-open-terminal (untuk mempercepat akses ke terminal)
• nautilus-image-converter (untuk merubah ukuran gambar dan orientasi
gambar)
• nautilus-wallpaper (untuk mengatur gambar menjadi wallpaper)
6. Running Nautilus sebagai Root
Kadang  kala  perlu  juga  mengaktifkan nautilus  pada mode  Administrator  atau  lebih  dikenal  root  untuk memberikan  hak akses yang lebih pada file atau folder. Untuk melakukan hal tersebut tekan tombol ALT+F2  dan  ketikkan  gksudo  nautilus  kemudian  tekan  enter  atau  buka  terminal ketik  gksudo  nautilus. 

B. Gedit, text editor standar Ubuntu
Gedit  adalah  aplikasi  default  text-editor  dari  Ubuntu  khususnya  desktop  gnome.
Jika  di  windows  anda  mengenal  notepad  sebagai  text-editor,  maka  di  Ubuntu
dikenal  gedit.  Sepintas  hanya  terlihat  seperti  text  editor  sederhana  untuk  editing
dasar. Pada kenyataanya gedit lebih  powerfull, selain sebagai peng-edit dokumen
juga  sebagai  peng-edit  source  code  bagi  developers  atau  programmers  karena
menyediakan  fitur-fitur  serta  plugins.  Langsung  saja,  gedit  bisa  diakses  dengan
beberapa cara berikut.
1.  Yang  pertama  adalah  melalui  GUI  (Graphical  User  Interface).  Dari  menu
Application accessories → → gedit Text Editor.
2. Cara yang kedua merupakan favorit kebanyakan linuxer, yakni melalui konsol
terminal, terminal sendiri berada pada Application → Accessories → Terminal.
Pada  konsol  terminal  ketik  dan  masukkan  password  jika  diminta  seperti
dibawah ini.
hikari@Hikari:~$ sudo gedit
[sudo] password for hikari:
Cara  di  atas  adalah  menggunakan  gedit  dengan  hak  akses  user  biasa,  jika
ingin  menggunakan gedit dengan hak akses root  dapat dilakukan dengan cara
dibawah ini.
hikari@Hikari:~$ gksudo gedit
[sudo] password for hikari:
Beberapa fitur berguna yang dimiliki gedit:
-  Dukungan penuh untuk teks yang ada didunia (UTF-8)
-  Sintaks highlighting yang bisa dikonfigurasi untuk berbagai macam bahasa seperti
(C, C++, Java, HTML, XML, Python, Perl dan masih banyak lagi
-  Undo / Redo
-  Edit file secara remote
-  File reverting
-  Dukungan print dan print preview
-  Dukungan clipboard (cut/copy/paste)
-  Search dan replace
-  Menuju baris spesifik
-  Auto indentation
-  Teks rata (Align)
-  Penomoran baris
-  Highlinght ('sorot') baris saat ini
-  Pencocokan tanda kurung
-  Backup file
-  Font dan warna yang bisa dikonfigurasi
-  User manual online yang lengkap

C. Pemutar Multimedia di Ubuntu
1. Rhythmbox
·         Fitur Tambahan Rhythmbox
Selain untuk mendengarkan koleksi musik  rhythmbox  juga mempunyai segudang
fitur-fitur canggih seperti yang tampak pada gambar MP.5 berikut

2. Audacious
·         Fitur-fitur tambahan Audacious
◦ Skin
Audacious bisa menggunakan skin Winamp versi 2.x
◦ Graphic Equalizer
◦ Crystalizer
Membuat suara menjadi lebih jernih
◦ Extra Stereo
◦ Alarm
Otomatis memainkan musik pada waktu yang ditentukan
◦ Gapless Playback dengan Crossfade plugin

3. Exaile
Exaile  adalah  pemutar dan  manager  musik  yang  disebut-sebut  sebagai  amaroknya  desktop  Gnome,  dibuat  menggunakan  bahasa  python  dan  GTK+  serta menggunakan multimedia framework Gstreamer.

4.       Amarok
◦ Fitur-fitur Amarok
Salah  satu  alasan  banyak  yang  menyukai  amarok  adalah  karena  fiturnya  yang
melimpah seperti:
• Context
Widget  Context  merupakan  salah  satu  daya  tarik  Amarok,  dikemas  dengan
tampilan yang menarik, widget ini memiliki banyak fungsi seperti:
-  Pengunduh lirik dan sampul album
-  Informasi lagu/artis/album di wikipedia
-  Rating, dan lainya.

5.       Totem Movie Player
Totem  Movie  Player  merupakan  aplikasi  pemutar  video  default  di  Ubuntu  yang
menggunakan  Gstreamer  multimedia  framework  dan  xine  library.

SEMOGA BERMANFAAT..
WASSALAMU'ALAIKUM.WR.WB